27/11/2017
by Admin
0 comments

Pendaftaran PMB Pascasarjana UAD pada Genap 2017/2018

Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan membuka kesempatan bagi Anda yang berminat menempuh studi lanjut Program Magister (S2) dengan 10 pilihan program studi sebagai berikut.

  1. Magister (S2) Pendidikan Bahasa Inggris
  2. Magister (S2) Pendidikan Fisika
  3. Magister (S2) Manajemen Pendidikan
  4. Magister (S2) Psikologi Sains
  5. Magister (S2) Farmasi Peminatan Farmasi Klinis dan Peminatan Farmasi Pengembangan Obat dan Kosmetika Bahan Alam (POKBA)).
  6. Magister (S2) Teknologi Informasi /Teknik Informatika (MTI)
  7. Magister Manajemen
  8. Magister Pendidikan Matematika
  9. Magister Pendidikan Vokasi
  10. Magister Pendidikan Agama Islam

Pendaftaran akan mulai dibuka pada: 1 November 2017 dan berakhir pada 15 Februari 2018.

Perkuliahan akan dimulai pada akhir Februari 2018.

Biaya pendaftaran Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah), kecuali S2 Farmasi sebesar Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Program Beasiswa

  1. Diberikan bagi mahasiswa yang lolos seleksi jalur beasiswa untuk program studi Magister Manajemen, Magister Pendidikan Matematika, Magister Pendidikan Vokasi, dan Magister Pendidikan Agama Islam.
  2. Beasiswa sebesar 50% SPP dari semester 1 s.d. 3 diberikan bagi: alumni UAD 3 tahun terakhir dengan predikat cum laude, atau guru/karyawan di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang ditugaskan oleh instansinya.
  3. Beasiswa sebesar 25% SPP dari semester 1 s.d. 3 diberikan bagi: pendaftar yang dinyatakan diterima sebagai mahasiswa baru Program Pascasarjana UAD Genap 2017/2018 diluar ketentuan point 2.

 

Pendaftaran Online silakan Anda klik disini: http://pmb-online.uad.ac.id/

Jadwal pendaftaran, tes, registrasi, dan awal kuliah dapat dilihat di: Jadwal_PMB_Pasca_Genap 2017-2018

Biaya pendidikan di PPs UAD dapat dilihat di: Biaya Kuliah di PPs UAD Mulai Genap T.A. 20172018

20/11/2017
by Admin
0 comments

UAD Berikan Bekal Ilmu yang Sangat Bermanfaat

Dr. Nikmah Nurbaity, M.Pd.B.I.
Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Purworejo
Alumnus Magister Pendidikan Bahasa Inggris PPs UAD

Orangnya ramah, berwibawa, disiplin, care, komunikatif, menghargai orang lain. Itulah kesan kami saat menemuinya di SMA Negeri 7 Purworejo. Sekolah unggulan yang Ia pimpin. Sekolah yang sejuk dan asri di area tanah seluas 3000an M2 sebagian bangunannya peninggalan jaman Belanda masih tampak kokoh. Di bagian depan terlihat lapangan yang cukup luas dengan rumput yang menghijau.

Nikmah Nurbaity yang juga guru mapel Bahasa Inggris bukanlah kepala sekolah yang biasa-biasa saja. Berbagai prestasi berhasil ia raih, antara lain sebagai Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional dengan meraih anugerah Tanda Kehormatan Satyalencana Pendidikan dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, serta meraih “Intel Education Awards” yang diselenggarakan oleh Intel Education Initiative dan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia, keduanya pada Tahun 2011.

Pada Milad ke-13 Program Pascasarjana UAD awal Tahun 2017, Dr. Nikmah adalah salah satu alumni Pascasarjana UAD yang memperoleh predikat sebagai Alumni Berprestasi. Dalam sambutannya perempuan berzodiak capricornus itu menyampaikan rasa syukur, penghargaan yang tinggi kepada para dosen, staf, dan pimpinan UAD yang telah memberikan bekal ilmu yang cukup untuk meningkatkan kompetensi sebagai guru, serta bekal-bekal ilmu lainnya yang mendukung kemampuan manajerial dan kepemimpinan.

Perempuan yang lahir di Purworejo 49 tahun lalu menceriterakan tentang alasannya memilih Magister PBI UAD sebagai tempat untuk studi lanjut jenjang magister.

Pertama, karena kampus relatif mudah untuk dijangkau dari Purworejo. Kemudahan mengakses sarana transportasi tersebut memudahkan bagi saya untuk menjangkau tempat kuliah dengan menggunakan kendaraan umum. Jam kuliah juga siang sampai malam hari dan hanya Kamis sampai Sabtu, sehingga memudahkannya untuk membagi waktu dengan jam mengajar di sekolah. Kedua, bidang ilmu kependidikan sangat cocok dengan kebutuhan untuk meningkatkan profesionalitas sebagai guru Bahasa Inggris. Ketiga, staf pengajarnya merupakan guru-guru besar dan doktor yang sangat berpengalaman. Keempat, biayanya cukup terjangkau dan tergolong murah untuk ukuran jenjang Magister di Perguruan Tinggi Swasta.

Dia melanjutkan bahwa selama kuliah para dosen mendorong agar mahasiswa memperbanyak membaca, menulis, dan meneliti, sehingga memudahkan bagi mahasiswa untuk mengerjakan tesis dan mempresentasikannya. Hubungan yang dekat dosen dan mahasiswa juga sangat membantu mahasiswa untuk mendapatkan berbagai tambahan ilmu. Staf juga memberikan layanan yang baik, memudahkan berbagai urusan administrasi akademik, menjembatani komunikasi mahasiswa dengan dosen, selalu mengupdate berbagai informasi termasuk jika ada perubahan jadwal kuliah, dan lain-lain. Suasana kampus yang kondusif, kedekatan pimpinan, dosen, staf dengan mahasiswa memberikan iklim belajar menjadi nyaman dan menyenangkan. (dsk)

16/11/2017
by Admin
0 comments

Tekuni Pendidikan Inklusi, Muhaimin Raih Prestasi

Foto:Istimewa

Muhaimin, S.Ag., M.Pd.

Alumnus Magister Manajemen Pendidikan, Guru SMK Berprestasi 3 Tingkat Nasional Kategori Sekolah Inklusi

____________________________________________

Pendidikan inklusi adalah sebuah pelayanan pendidikan bagi peserta didik yang mempunyai kebutuhan pendidikan khusus di sekolah regular ( SD, SMP, SMU, dan SMK) yang tergolong luar biasa baik dalam arti kelainan, lamban belajar maupun berkesulitan belajar lainnya misalnya karena tuna netra, tuna rungu maupun tuna wicara. Siswa yang luar biasa menjadi satu dalam kelas dengan siswa-siswa lainnya yang normal.

Tidak banyak sekolah yang mau menyelenggarakan pendidikan ini, meski Undang-Undang menjaminnya. Berbagai alasan yang menyebabkannya, karena alasan SDM yang tidak ada ataupun karena alasan lainnya, diantaranya menghabiskan banyak waktu, tenaga, pikiran, dan lain-lain. Padahal mereka semestinya memperoleh hak yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan dengan sebaik-baiknya.

Berbeda dengan orang pada umumnya, Muhaimin Guru Pendidikan Agama Islam di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, merasa terpanggil untuk memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak yang kurang beruntung tersebut. Berbekal sertifikat mengikuti pendidikan inklusi dimasa kuliah S1, Muhaimin mulai tahun 2008 berani untuk menerima siswa luar biasa disekolahnya. Tahun 2008 hanya satu siswa, tetapi memasuki tahun keempat semakin banyak sehingga dia memberikan pelatihan untuk guru-guru khususnya yang putri karena lebih telaten dalam mengelola dan melayani siswa luar biasa. Dan saat ini di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta terdapat 15 siswa luar biasa, yaitu 7 siswa di kelas X, 3 siswa di kelas XI, dan 6 siswa di kelas XII.

“Mereka punya hak yang sama dengan kita untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Mereka hanya cacat secara fisik, dan itu bukan keinginan mereka. Anak-anak kita banyak yang cacat bukan fisik, tetapi mental, bahkan juga kita termasuk juga saya yang seringtidak peduli dengan permasalahn sekitar, yang sering melanggar aturan dengan tanpa merasa bersalah. Itu lebih berbahaya dari cacat fisik. Sehingga, sudah seharusnya kita memberikan layanan yang baik dengan mereka,”harapnya.

“Guru-guru kami beri pelatihan agar mereka dapat menerima, mengelola, dan memberikan layanan pendidikan kepada siswa dengan baik,” terang Muhaimin.

Karena kegigihannya dalam mengelola pendidikan inklusi, maka Muhaimin diamanahi untuk menjadi ketua forum penyelenggara pendidikan inklusi yg terdiri dari 56 sekolah dari TK s.d. SMA/SMK se-DIY. “Mereka tahu, bahwa bapaknya sekolah inklusi ya saya, yang konsen sejak awal dan terus-menerus menularkan virus untuk menangani sekolah inklusi memang saya,” ungkap Muhaimin.

 Guru Berprestasi Nasional

Kegigihan, ketelatenan, keikhlasan Muhaimin dalam mengelola pendidikan inklusi membuahkan hasil manis. Pada 12-19 Agustus 2016, Ia dipilih oleh Dikpora DIY untuk mengikuti pemilihan Guru Berprestasi Nasional Kategori Inklusi yang diselenggarakan oleh Kemdikbud di Jakarta.

“Kategori inklusi adalah kategori baru, dan Pimpinan Dikpora maupun Pimpinan Daerah/Wilayah Muhammadiyah sudah tahu kalau guru yang konsen pada bidang ini adalah saya, sehingga tanpa ada seleksi, langsung ditunjuk begitu saja,” terang Muhaimin.

“Alhamdulillah, meski dengan persiapan yang relatif pendek, saya dapat menjalankan amanah dengan baik, dengan meraih juara 3,” ungkapnya penuh dengan rasa syukur.

Pimpinan sekolah, pimpinan di dinas pendidikan DIY, maupun di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah secara pribadi menyampaikan selamat atas prestasi yang diraihnya.

Pendapat Rekan Kerja

Rosyidul Anwar, S.Ag., M.Pd.I. koleganya sesama guru di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta yang membidangi pendidikan inklusi untuk tuna netra membenarkan jikalau pimpinan, guru, dan berbagai pihak  menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih Muhaimin. Rosyid yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kabag. PAI menyampaikan bahwa sekolah sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh Pak Muhaimin karena membawa nama baik sekolah, dan memang pantas diberikan kepadanya.

“Saya bergabung di sekolah ini mulai tahun 2009 juga karena diajak oleh Pak Muha, karena diminta untuk membantu mengelola pendidikan inklusi. Saya mengenalnya sejak sama-sama kuliah S1 di UIN, dan sama-sama mengikuti diklat pendidikan inklusi. Saya bidang tuna netra, dan Pak Muha bidang tuna rungu,” ungkap Rosyid.

Sebagai Alumni Magister MP UAD

Cita-citanya untuk terus-menerus meningkatkan kemampuan memanaj pendidikan inklusi dengan lebih baik terbuka lebar saat dinyatakan lolos meraih beasiswa studi lanjut di Magister Manajemen Pendidikan UAD dari Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY.

Kesempatan  studi lanjut Magister selama 4 semester  Dia manfaatkan dengan baik, dengan mengikuti berbagai kegiatan ilmiah baik dalam maupun Luar Negeri,  termasuk kunjungan dan seminar internasional di University Utara Malaysia.

“Ilmu manajemen yang saya dapatkan di Magister MP UAD sangat bermanfaat. Apa yang disampaikan oleh dosen sangat bisa langsung dimanfaatkan, diaplikasikan. Sehingga tesis saya pun tentang pendidikan inklusi, yang sudah biasa saya tangani,” terang Muhaimin.

Ditanya tentang siapa dosen favorit di S2 MP UAD, Muhaimin mengungkapkan bahwa semua dosen favorit bagi saya. “Insparing semua. Pak Dwi Suliworo, Bu Aliyah, Bu Suharsimi, Pak Suyoto, dan lainnya semua bagus. Beliau-beliau sangat ahli dalam bidangnya,” ungkap Muhaimin

Muhaimin juga menceriterakan bahwa setelah dia menyelesaikan kuliah di Magister MP UAD, banyak teman-temannya yang kemudian studi lanjut di S2 UAD. Dua wakil kepala sekolah studi lanjut di Magister MP, guru PBI studi lanjut di Magister PBI. Yang lainnya sudah antri untuk studi lanjut di UAD.

Muhaimin menyampaikan bahwa setelah lulus Magister MP dia diamanahi menjadi wakil kepala sekolah urusan Ismuba (urusan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan/AIK). Berbagai permintaan untuk menjadi tim pengembangan kurikulum, pemateri, narasumber di berbagai pertemuan ilmiah juga semakin banyak, antara lain menjadi tim pengembang kurikulum oleh PP Muhammadiyah, tim pengembangan kurikulum untuk sekolah-sekolah negeri oleh Direktorat PSMK, tak terkecuali sebagai narasumber untuk memberikan gambaran kolaborasi bagi kepala sekolah-kepala sekolah inklusi se-DIY.

Untuk kegiatan yang dia sebut terakhir Muhaimin mengungkapkan rasa terima kasihnya telah dipercaya oleh Pimpinan Dikpora DIY menjadi narasumber. “Narasumber lainnya pejabat-pejabat semua, hanya saya yang guru,” ungkap Muha dengan rasa syukur sekaligus bangga. (dsk)

25/09/2017
by Admin
0 comments

Kapitalisme Religius: Peradaban Islam Masa Depan?

Suwarsono Muhammad saat menyampaikanmateri pada Studium Generale bagi Mahasiswa Semester Gasal 2017/2018 PPs UAD di Auditorium Kampus 3 UAD (Foto:Ardi)

Judul tersebut merupakan judul makalah Drs. H. Suwarsono Muhammad, M.A. saat menyampaikan materi pada Studium Generale (Kuliah Umum) bagi 288 Mahasiswa Baru Semester Gasal 2017/2018 Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan di Auditorium Kampus 3 UAD Yogyakarta (16/9/2017). Suwarsono adalah Penasehat dan Pengelola Jurnal KPK pada 2013-2017, Anggota Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dosen FE UII, Praktisi Penyehatan Organisasi, dan saat ini adalah pembelajar Peradaban Islam.

“Kenapa harus menggunakan istilah kapitalisme, tentu karena istilah itu sudah familiar di masyarakat, agar masyarakat tertarik untuk membacanya,”terang Suwarsono.

Suwarsono mengungkapkan bahwa strategi rekonstruksi dan peradaban Islam – dalam tema tersebut merupakan pokok kajian yang amat licin, disamping telah dikenali sebagai pokok persoalan yang amat sulit dibahas – medan pendakian yang terjal.  Bahkan bisa menjadi sumber untuk mendapatkan label yang amat negatif ketika justru dianggap (dipersepsikan) melenceng.  Tidak jarang dijumpai tanggapan yang agak emosional, setidaknya terkesan kurang rasional.

Suwarsono melanjutkan bahwa posisi terpuruk peradaban Islam yang telah berlangsung cukup lama – sudah beberapa abad dan masih terus berlangsung hingga kini – sepertinya diakui oleh sebagian besar umat Islam.  Tidak terkecuali sebagian besar umat Islam Indonesia.  Pernyataan posisi itu lebih mudah dirasakan dan dipahami jika diletakkan dalam konteks perbandingan dengan posisi beberapa peradaban yang lain, khususnya peradaban dominan dunia (yang mungkin dalam proses menurun) dan peradaban lain yang sedang berada dalam posisi pasang naik, yakni Barat dan China.  Pengakuan itu perlu disyukuri karena dengan ketulusan pengakuan itu justru membuka peluang untuk memperbaikinya.  Penolakan (denial) bukan merupakan pilihan sikap yang tepat ketika kinerja peradaban dalam posisi begitu rendah, sekalipun tidak dipungkiri mungkin ada sebagian kecil umat Islam yang memilih sikap tersebut: menolak.  Rekonstruksi peradaban baru mungkin dirancang dan diimplementasikan ketika sudah terlebih dahulu ada pengakuan kekalahan, secara emosional dan rasional.

“Mengritisi tentang peradaban Islam saat ini dalam kondisi terpuruk, hampir pada titik nadir, salah-salah bisa dianggap sebagai pemikiran yang melenceng. Bisa-bisa ada yang ngamuk, marah. Hal tersebut, karena ada yang belum menyadarinya,” ungkap dosen FE UII tersebut.

Tulisan berikutnya menjelaskan bahwa penurunan peradaban Islam itu sudah demikian dekat dengan titik nadirnya: cenderung semakin kritis.  Setidaknya belum ditemukan tanda-tanda signifikan yang menunjukkan ada perputaran arah (turnaround) pergerakan:  belum kembali pada posisi pasang naik atau sekedar berhenti pada titik rendah tertentu.  Pergerakannya terlihat terus menurun dengan tingkat akselerasi yang tinggi, sepertinya telah tidak lagi tersedia sisa energi setidaknya untuk memperlambat proses kejatuhan.  Jika tidak segera dijumpai tanda-tanda kebangkitan bukan tidak mungkin inilah periode terakhir dari serangkaian krisis yang telah berlangsung dan mengarah pada kehancuran total.  Sungguh sebuah tragedi yang memilukan dan tidak diinginkan.

Menanggapi hal tersebut Rahmad Huda mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan, menyampaikan pertanyaan, “Bagaimana membangun Islam agar dapat mengejar ketertinggalan?”

Suwarsono menjelaskan bahwa ada beberapa strategi, yakni konsentrasi membangun basis-basis ekonomi;  Orang Islam juga harus berani bekerja yang tidak populer; Pastikan strategi yang jitu, tidak perlu publikasi tentang apa-apa yang telah dilakukan dan apa saja yang akan dilakukan; Lakukanlah secara damai, revolusi damai, dan hiduplah berdampingan dengan peradaban negara lain; dan Jika sudah kaya, harus tetap religius, salah satu bentuknya adalah makin rajin bersedekah. (dsk)

15/09/2017
by Admin
0 comments

Ini Judul Artikel yang Baik Menurut Tole Sutikno

Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Terindeks Scopus II. Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari workshop penulisan sebelumnya, dengan pemateri yang berbeda. Pada workshop pertama pemateri disampaikan oleh Iwan Tri Riyadi Yanto, S.Si., MIT. dosen muda dari Prodi Sistem Informasi FMIPA UAD (http://pascasarjana.uad.ac.id/workshop-penulisan-artikel-terindeks-scopus/) . Workshop kedua diikuti oleh dosen dan mahasiswa yang memiliki artikel siap publikasi diisi oleh Tole Sutikno, Ph.D. Tole adalah dosen Teknik Elektro dan dosen Magister Teknik Informatika yang juga pengelola Jurnal TELKOMNIKA.

Tole menyampaikan bahwa judul yang baik mencakup hal-hal sebagai berikut.

  1. Condenses the paper’s content in a few words (Memadatkan isi artikel dalam beberapa kata)
  2. Captures the readers’ attention (Merebut/menawan perhatian pembaca)
  3. Differentiates the paper from other papers of the same subject area (Membedakan artikel kita dari artikel lain dari area subjek yang sama).

“Judul artikel yang baik itu padat, jangan seperti judul skripsi, tesis, ataupun disertasi yang biasanya panjang-panjang. Tetapi harus padat, berisi. Tetapi ya jangan terlalu pendek, apalagi bagi pemula. Kecuali bagi penulis yang sudah sangat dikenal, maka judl yang simpel saja dicari banyak orang, dan dijadikan rujukan,’ jelas Tole.

Lebih lanjut, Tole menyampaikan bahwa hal lain yang perlu diperhatikan dalam membuat judul adalah judul dapat memberikan daya tarik bagi pembacanya. “Judul mesti menawan, dapat merebut perhatian pembaca”, katanya.

26/08/2017
by Admin
0 comments

Workshop Penulisan Artikel Terindeks Scopus

Iwan Tri Riyadi Yanto, S.Si., MIT. saat menyampaikan materi pada workshop penulisan artikel terindeks scopus.

Kampus 2B UAD (26/08/2017) – Program Pascasarjana UAD menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Terindeks Scopus dengan pemateri Iwan Tri Riyadi Yanto, S.Si., MIT. Workshop diperuntukkan bagi dosen di lingkungan pascasarjana UAD.

Dr. Dwi Sulisworo Wakil Direktur Pascasarjana yang juga sebagai moderator menyampaikan bahwa tujuan kegiatan tersebut untuk mendorong para dosen di Pascasarjana UAD agar meningkatkan karya ilmiah yang dipublikasikan secara internasional dan menargetkan agar artikel yang dipublikasikan dapat terindeks scopus.

“Karena mahasiswa dituntut untuk melakukan publikasi internasional, maka para dosen pun harus punya pengalaman yang cukup dalam publikasi internasional. Jangan sampai dosen tidak paham dengan hal-hal terkait jurnal internasional dan trik-trik untuk dapat menembus jurnal yang terindeks scopus,” kata Dwi Sulisworo.

Iwan Tri Riyadi Yanto adalah dosen muda yang cukup kaya pengalaman dalam hal publikasi yang terindeks  scopus. Terdapat 26 karya yang sudah terindeks, dan saat ini sudah ada 5 karya yang antri untuk dipublikasikan.

Iwan TR Yanto menyampaikan bahwa batyak sekali pengelola jurnal internasional baik yang gratis maupun yang berbayar. “Kita harus hati-hati untuk memilih. Usahakan yang tidak berbayar. Kalau tidak berbayar, baik peringkatnya, dan artikel Bapak Ibu lolos berarti memang bagus. Jangan mudah patah semangat adalah salah satu kuncinya. Saya pernah mengalami satu artikel direview sampai 14 kali revisi. Tidak apa-apa, karena supervisor tidak mau kualitas artikel kita itu asal-asalan. Itu menyangkut kredibilitas yang bersangkutan,” ungkap Iwan. (dsk)

07/08/2017
by Admin
0 comments

Penerimaan Dosen Tetap Universitas Ahmad Dahlan Tahun 2017 Gelombang II

Melengkapi Informasi Penerimaan Dosen Tetap Universitas Ahmad Dahlan di Harian Kedaulatan Rakyat, 5 Agustus 2017 disampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Rincian Persyaratan;
  2. Calon peserta wajib mengisi form online mulai 7 Agustus 2017;
  3. Riwayat hidup dan surat pernyataan ;
  4. Berkas lamaran dapat dikirim langsung ke Panitia Penerimaan Dosen Tetap di Bidang PSDM UAD Gedung ITC Jalan Kapas 9 Semaki Yogyakarta paling akhir kami terima 19 Agustus 2017 (cap pos).

Info lengkap ada di: http://psdm.uad.ac.id/penerimaan-dosen-tetap-universitas-ahmad-dahlan-tahun-2017-gelombang-ii/

25/07/2017
by Admin
0 comments

Beasiswa bagi Mahasiswa Baru Magister Pendidikan Matematika UAD

Sebagai wujud rasa syukur, maka UAD menawarkan Program Beasiswa Studi Lanjut di Magister Pendidikan Matematika Program Pascasarjana UAD sebagai berikut.

  1. Program Beasiswa UAD sebesar 50% dari SPP bagi Alumni UAD 5 tahun terakhir dari prodi S1 Pendidikan Matematika maupun S1 Matematika yang berpredikat Cumlaude.
  2. Program Beasiswa UAD sebesar 50% dari SPP bagi yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
  3. Program Beasiswa UAD sebesar 25% dari SPP diberikan bagi yang tidak masuk kriteria 1 maupun 2, dengan IPK minimal 3,00.
  4. Kuota Program Beasiswa UAD maksimal untuk 15 orang.
  5. Beasiswa diberikan selama 3 (tiga) semester yaitu dari Semester 1 s.d. Semester 3.

Konsultasi Pendaftaran dapat menghubungi: Dr. Suparman DEA. HP. 081328201198 ; Hotline Pascasarjana UAD di 087838271960 atau ke Humas Pascasarjana 081328873893.

Pendaftaran Online langsung klik link berikut: http://pmb-online.uad.ac.id/v2/index.php/login

25/07/2017
by Admin
0 comments

Pendaftaran PMB Pascasarjana UAD Tahap III Berakhir 18 Agustus 2017

Kami sampaikan bahwa Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan membuka kesempatan bagi Saudara yang berminat menempuh Studi Lanjut Program Magister (S2) dengan 10 pilihan program studi. Silakan KLIK untuk memilih prodi yang diminati sebagai berikut.

Tata Cara Pendaftaran ONLINE, sebagai berikut:
1. Klik Menu “PENDAFTARAN
2. Silahkan Login untuk mendaftar PMB atau Register/Daftar Akun jika belum mempunyai Akun.
3. Pilih Program Studi yang dipilih
4. Isikan data dengan lengkap dan benar . Bila belum ada data silakan isikan angka nol. Pastikan syarat-syarat memenuhi kriteria, pilihan jalur pendaftaran dan pilihan program studi sudah sesuai (bila ada kesalahan uang pendaftaran tidak bisa dikembalikan/dialihkan). Apabila isian sudah sesuai, selanjutnya silakan SIMPAN, kemudian Print Out.
5. Bukti Print Out dipergunakan untuk membayar biaya pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB UAD) di bank BRI (seluruh Indonesia), BPD DIY atau membayar langsung di tempat pendaftaran. Biaya pendaftaran semua jalur S2: Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) kecuali S2 Farmasi Rp. 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).
6. Menyerahkan/mengirimkan berkas-berkas sesuai persyaratan pilihan di program studi yaitu:
1. Penyerahan berkas secara langsung atau dikirim via pos ke Panitia PMB UAD d.a. Kantor BAA di Jln. Kapas 9 Semaki Yogyakarta 55166 atau ke program studi masing-masing.
2. Dikirim melalui email: pmb@uad.ac.id dan di-cc ke: pasca@uad.ac.id (berkas asli tetap harus dikirim)
3. Berkas diterima selambat-lambatnya sesuai batas akhir pada Jadwal PMB PPs UAD Gasal 2017/2018;
4. Infomasi hasil verifikasi diumumkan di http://pmb.uad.ac.id dua hari setelah berkas persyaratan diterima Panitia PMB UAD.
Download:
Biaya _Pendidikan_di_Pascasarjana_T.A. 20172018
• Jadwal_PMB_Pasca_Gasal 2017-2018_10prodi

19/07/2017
by Admin
0 comments

Pelatihan Pengelolaan Evaluasi Studi untuk Layanan Prima

Peserta pelatihan pengelolaan program evaluasi studi bersama Direktur, Kepala Kantor, dan Pemateri

Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan pelatihan pengelolaan evaluasi studi pada program sistem informasi akademik bagi seluruh staf program studi S2.  Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 13 Juli 2017 bertempat di Laboratorium Riset Teknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan kampus 3.

Opening sekaligus pemandu acara oleh Danang Sukantar, M.Pd. Kepala Kantor Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan. Beliau menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya pelatihan ini data-data mahasiswa Program  Pascasarjana akan lebih valid dan terkelola dengan baik sehingga pelayanan prima yang diharapkan oleh stakeholder yang diberikan oleh para staf akan lebih meningkat. Direktur Program Pascasarjana UAD Prof. Dr. Achmad Mursyidi, M. Sc., Apt. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelatihan ini dan berharap seluruh staf program studi dapat belajar untuk meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan sistem informasi yang ada khususnya dalam pengelolaan data evaluasi studi sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kualitas dari Program Pascasarjana itu sendiri.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi pelatihan oleh Muhammad Akhsan, S. Kom. dan Sugriyono, S. Kom. Selain diberi modul pelatihan yang berisi tata cara pemanfaatan menu evaluasi studi pada program sistem informasi akademik, peserta juga diajarkan praktek langsung. Dalam pelatihan ini juga dikemukakan kendala-kendala yang dihadapi selama ini dalam mengelola data mahasiswa yang ternyata sangat kompleks sehingga diharapkan kerjasama dari semua pihak untuk mengurangi bahkan menghilangkan kendala-kendala tersebut sehingga terciptanya sistem informasi akademik yang baik.

“Pelatihan ini disiapkan dan dikemas dengan sangat baik. Kami berdua kaget. Semoga dengan keseriusan dalam penyelenggaraan pelatihan akan berimbas dalam keseriusan dalam pengelolaan evaluasi studi (ES) oleh staf,” Sugriyono mengharapkan. Sugri demikian panggilannya melanjutkan “Kunci keberhasilan program ini adalah jika proses transaksi akademik dari mulai KRS, Nilai, Kurikulum, Tugas Akhir, sampai dengan Proses Kelulusan ter-update  dengan baik”.

Vita Ari Rahmawati, S. Kom., salah satu peserta pelatihan menyampaikan bahwa pelatihan pemanfaatan sistem informasi yang ada di Universitas Ahmad Dahlan seperti ini harus lebih konsisten untuk diselenggarakan. Dengan pelatihan seperti ini staf akan lebih mahir dalam menggunakan menu-menu dalam sistem informasi yang ada. Selain itu juga dalam rangka agar staf Program Pascasarjana up to date untuk mengikuti perkembangan sistem informasi di Universitas Ahmad Dahlan jika terjadi pembaharuan sistem.  Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat oleh Danang Sukantar, M. Pd. kepada pemateri. (hsn)

17/07/2017
by Admin
0 comments

Pengelolaan Evaluasi Studi untuk Efisiensi dan Efektivitas

Kampus 3 UAD (13/7/2017) – Program Pascasarjana UAD menyelenggarakan pelatihan pengelolaan evaluasi studi dengan program Sistem Informasi Akademik (SIA) UAD bagi seluruh tenaga kependidikan di lingkungan PPs UAD.

Pelatihan diberikan oleh Muhammad Akhsan, S.Kom. dan Sugriyono, S.Kom. (Tim Biskom UAD) diikuti oleh staf pascasarjana dengan penuh antusias dari siang hingga sore hari.

Dalam sambutannya Direktur PPs UAD Prof. Dr. Achmad Mursyidi, M.Sc., Apt. menyampaikan harapan agar peserta dapat mengikuti seluruh kegiatan dan menerapkan program dengan baik.

“Kedepan, keunggukan institusi diukur oleh tingkat keunggulan, kecanggihan, kemampuan suatu warga dalam institusi tersebut dapat menguasai teknologi informasi,” jelas Prof. Mursyidi.

Sugriyono menyampaikan bahwa proses evaluasi studi dapat diproses jika aktivitas sebelumnya sudah diproses dengan baik. ” Sebagai contoh. Jika ada keterlambatan input nilai, maka tidak akan dapat memproses evaluasi studi. Secara otomotis.”, terangnya.

“Program ini akan dapat dilakukan pada tiap semester, dengan anggaran yang sangat efisien dan sangat efektif dalam memberikan informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan,”ungkap Dr. Dwi Sulisoworo dalam komentar di medsos. (dsk)

14/06/2017
by Admin
0 comments

Dibuka Prodi S2 Pendidikan Agama Islam UAD

UAD Jogja – Kasubdit Pengembangan Akademik Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Dr. H. Mamat Salamet Burhanuddin, M.Ag. didampingi Kasi. Pengembangan Prodi Dr. Abdul Mukti Bisri, M.Ag, hadir di UAD menyerahkan Surat Keputusan Kemenag RI Nomor 2587/2017 tentang Izin Penyelenggaraan Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) pada Rabu (24/5/2017).

Surat Keputusan diterima langsung oleh Rektor UAD Dr. Kasiyarno, M.Hum. yang didampingi oleh para Wakil Rektor, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, Dekan Fakultas Agama Islam, para Kaprodi dilingkungan FAI, dosen S2 PAI, serta staf.

Dalam sambutannya Dr. Mamat menyampaikan pesan dan harapan agar S2 PAI UAD menjaga kualitas dengan sebaik-baiknya, dan dapat menjadi program studi unggulan baik oleh UAD maupun Kemenag RI.

“Selenggarakan pendidikan dengan mengutamakan kualitas, jangan biasa-biasa saja asal terima mahasiswa dan asal lulus. Seleksi dengan baik, didik dengan baik, sehingga menghasilkan lulusan yang kualitasnya baik,” demikian Dr. Mamat sampaikan di Ruang Sidang Utama Kampus 1 UAD.

“Mahasiswa jangan hanya dibekali ilmu agama sebagai pengetahuan saja, tetapi  bagaimana ilmu agama itu dapat menjadi bagian terpenting dalam bersikap, berperilaku dan beramal sholeh,” kata Dr. Mamat.

Sementara itu Rektor UAD Dr. Kasiyarno berharap program  studi S2 PAI dapat menjadi prodi andalan dan unggulan.

“Saya yakin animo untuk S2 PAI ini akan cukup banyak. Saya berharap pengelola untuk cancut tali wondo agar prodi ini cepat berkembang dan dalam waktu 1,5 tahun dapat mengajukan akreditasi,” demikian pinta Dr. Kasiyarno.

Rektor menambahkan agar prodi baik itu staf dan dosen dapat memberikan layanan yang bermutu agar mahasiswa merasa puas.

“Jika mereka puas dengan layanan kita, maka akan menyampaikan ke saudara, teman, masyarakat, dengan kesadaran sendiri, tidak perlu diminta. Sehingga biaya promosi bisa ditekan, dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain,” demikian tambahnya.

Dengan dibukanya prodi S2 PAI, maka Program Pascasarjana UAD saat ini memiliki 11 program studi. Sepuluh prodi lainnya adalah S2 PBI, S2 Pendidikan Fisika, S2 Manajemen Pendidikan, S2 Pendidikan Vokasi, S2 Pendidikan Matematika, S2 Psikologi Sains, S2 Psikologi Profesi, S2 Farmasi, S2 Teknik Informatika, dan S2 Manajemen (MM). (DSK)