06/11/2018
by Admin
0 comments

PMB PROGRAM PASCASARJANA Periode Genap 2018-2019

Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan kembali membuka Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru Periode Genap 2018-2019. Pendaftaran mulai dibuka tanggal 6 November 2018. Banyak pilihan program studi yang ditawarkan di Program Pascasarjana   (Pendaftaran Program Studi Magister Psikologi Profesi dibuka pada Bulan Mei 2019)

Silakan bergabung dan mendaftar di Pascasarjana UAD. Informasi lebih lanjut  dapat menghubungi  kontak di bawah ini :

  1. Magister Psikologi Profesi  ( Kontak Staf : Joko Tri W. / 08994105637)
  2. Magister Manajemen Pendidikan  ( Kontak Staf : Risty K. / 085228441187)
  3. Magister Pendidikan Fisika ( Kontak Staf : Dewi P. / 081315295892)
  4. Magister Pendidikan Bahasa Inggris ( Kontak Staf : Suryono / 0895363240649)
  5. magister Pendidikan Matematika ( Kontak Staf : Fitrah / 083154551074)
  6. Magister Pendidikan Agama Islam ( Kontak Staf : Wintolo / 085725738911)
  7. Magister Manajemen ( Kontak Staf : Retno / 08112650255)
  8. Magister Psikologi ( Kontak Staf : Subkhan Azis. / 087738164576)
  9. Magister Pendidikan Vokasi ( Kontak Staf : Hanifah / 08122784451)
  10. Magister Farmasi ( Kontak Staf : Suratman / 083869651771)
  11. Magister Teknik Informatika ( Kontak Staf : Vita A. / 081392725629)

Humas Pasca : 087838271960 (WA)

Staf Kantor Pasca :

Nailil Huda : 0818260706

Adil P. : 085228183110

Hesti S. : 081807289023

01/10/2018
by Admin
0 comments

Pengumuman Wisuda dan Yudisium November 2018

 

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan Catur Wulan I Tahun Akademik 2018-2019 akan dilaksanakan pada tanggal 24 November 2018.

Mahasiswa yang telah memenuhi syarat yudisium, dimohon untuk segera mendaftar Yudisium di kantor TU masing masing Program Studi paling lambat 21 Oktober 2018.

Yudisium terakhir untuk dapat mengikuti wisuda periode November 2018, akan dislenggarakan pada Selasa 23 Oktober 2018 jam 09.00 di Kantor Pascasarjana Kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan.

30/09/2018
by Admin
0 comments

Prof. Dr. Moh. Mahfud MD Sampaikan Kuliah Umum di Pascasarjana UAD

Menyambut 270 mahasiswa baru Pascasarjana UAD Yogyakarta dari di 11 program studi, Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan bekerjasama dengan Asosiasi Mahasiswa Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (Asmapada) selenggarakan kegiatan orientasi mahasiswa baru dan kuliah umum dengan pembicara Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, Sabtu (29/9/2018), di auditorium Kampus 2 UAD, Jalan Pramuka, Yogyakarta.

Dalam kuliah umum itu, Prof Dr H Mohammad Mahfud MD, SH, SU, yang didampingi Dr Ir Dwi Sulisworo, MT (Wakil Direktur PPS UAD), sampaikan problematika kebangsaan di era milenial.

Di depan mahasiswa S2 UAD, Mahfud MD memaparkan pemantapan ikatan kebangsaan berdasar ideologi Pancasila di era milenial.  Menurut anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Pancasila ini telah mempersatukan 17.504 pulau dan 256 juta penduduk, berbagai agama dan keyakinan, 1.360 suku bangsa serta 726 bahasa daerah.

Dikatakan Mahfud, Bhinneka Tunggal Ika itu dilandasi rasa nasionalisme yang tinggi. “Dan Indonesia, negara kesepakatan dari ratusan juta penduduk yang berasal dari puluhan ribu pulau, beragam suku, beragam bahasa, dan keragaman lainnya, adalah sebuah negara istimewa yang merebut kemerdekaan dengan perjuangan panjang dan melelahkan,” ujar Prof. Dr. Mahfud MD.

Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, bagi Mahfud MD, melahirkan hukum-hukum resmi. Sebagai selain dasar negara adalah cara pandang yang sama, pedoman etik, pemersatu dan lain-lain yang tidak berbentuk hukum. Menurut Mahfud MD, Pancasila merupakan pijakan paling utama dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat. “Terlebih generasi muda yang lebih dekat dengan tren komunikasi global,” tandas Mahfud MD.  “Pancasila menjadi kesadaran filsafat hukum dan sumber kesadaran berbangsa serta bernegara. Pancasila itu ideologi yang mempersatukan,” ujar profesor Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta tersebut.

Mahfud mengingatkan kembali tentang potensi perpecahan jika generasi muda saat ini tidak lagi merefleksikan Pancasila dalam kehidupan bersosialisasi mereka sehari-hari. Menurut Mahfud, terjaganya persatuan bangsa Indonesia hanya bisa terwujud selama Pancasila masih menjadi landasannya. “Radikalisme harus kita tangkal dengan Pancasila sebagai ideologi pemersatu ikatan kita sebagai bangsa Indonesia,” lanjut Mahfud (Humaspasca)

 

 

 

 

17/09/2018
by Admin
0 comments

PERAN MAHASISWA PASCA SARJANA DALAM PERUBAHAN SOSIAL ERA INDUSTRI 4.0

PERAN MAHASISWA PASCA SARJANA DALAM PERUBAHAN SOSIAL ERA INDUSTRI 4.0

(Disampaikan pada Stadium General Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan)
Oleh: Diyah Puspitarini, M.Pd

Kita tahu berapa besar dan kuatnya cengkraman VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) di Nusantara dan beberapa Negara Asia Tenggara lainnya, VOC yang lahir sejak 20 Maret 1602 akhirnya perlahan mulai kandas di peradaban awal revolusi industry (1799), meskipun VOC benar-benar mulai mengalami kemunduran di tahun 1800-an. VOC adalah kongsi dagang para pengusaha Belanda yang memperoleh hak membeli dan menguasai rempah-rempah perdagangan di Nusantara. VOC mengalami kebangkrutan karena beban biaya yang begitu besar yang harus mereka dikeluarkan dalam menumpas pemberontakan, selain itu VOC juga harus menanggung beban korupsi para stafnya. Perubahan efek revolusi industry nampaknya juga mempengaruhi sarana VOC yang masih menggunakan tenaga manual, sementara di Eropa sudah mulai memakai tenaga mesin. Maka pelan dan pasti jika tidak bisa menyesuaikan maka akan tergerus dengan sendirinya.
Sebenarnya berbagai macam Revolusi Industri pernah terjadi di belahan dunia ini. Pertama, revolusi industri dimulai dengan perubahan dari tenaga manusia menjadi tenaga mesin, dan era ini dimulai sejak abad ke 16. Kedua, revolusi industri dengan perubahan produksi elektronik secara masal. Ketiga, revolusi industry dengan pemanfaatan teknologi komputerisasi dan otomatis, era ini ketika masuk pada abad ke 18. Keempat, revolusi industri dengan teknologi tinggi berbasis data cyber system, dan era ini baru dimulai pada abad ke 20.
Perubahan social yang terjadi tampaknya sedikit banyak mempengaruhi kebutuhan manusia untuk melakukan “jumping life” agar bisa bertahan hidup dan menemukan pola. Setiap revolusi industri yang terjadi juga demikian, tentunya adanya revolusi karena ada perubahan social yang terjadi pula. Kebutuhan masyarakat akan efektifitas waktu dan efisiensi pekerjaan menjadi salah satu alasan terjadinya revolusi industri (Hutington, 1990). Maka jika perubahan yang kian cepat dan kemajuan teknologi serta tuntutan masyarakat global sangat cepat tanpa adanya penyesuaian life style, maka pasti akan terjadi kericuhan keadaan dan budaya yang kian besar. Era ini yang disebut dengan disruption, dimana pergerakan dunia industri atau persaingan kerja tidak lagi linier (Rhenald Kasali, 2016). Perubahan sangat cepat, fundamental dengan mengacak-acak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru. Cakupan perubahannya juga besar, yaitu dunia bisnis, perbankan, transportasi, social masyarakat, hingga pendidikan. Era ini akan menuntut kita berubah atau punah.

Era Industri 4.0
Salah satu keterkaitan antara revolusi industri dengan era disruption adalah munclnya industri baru yaitu 4.0 (baca: four-point-o). Munculnya era ini ditengah pergulatan era disruption menjadi warna tersendiri, dan bahkan perubahan tersebut kian terasa dalam kehidupan setiap individu. Industri 4.0 menurut Otto Hermann (Design Principles for Industrie 4.0 Scenarios , 2016) adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik, istilah ini mencakup system siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Penjelasannya adalah, Industri 4.0 menghasilkan pabrik cerdas, di dalam pabrik cerdas berstruktur moduler, system siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Lewat internet untuk segala (IoT), system siber-fisik berkomunikasi dan bekerjasama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Dan melalui komputasi awan, layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai.
Ada empat prinsip rancangan dalam industri 4.0, yaitu:
 Interoperabilitas (kesesuaian): kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan satu sama lain lewat internet untuk segala (IoT) atau internet untuk khalayak (IoP)
 Transparasi informasi: kemampuan system informasi: kemampuan system informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor.
 Bantuan teknis: kemampuan system bantuan untuk membantu manusia dengan mengumpulkan dan membuat visualisasi informasi secara menyeluruh agar bisa membuat keputusan bijak dan menyelesaikan masalah genting yang mendadak. Kemampuan siber-fisik ini untuk membantu manusia secara fisik dengan melakukan serangkaian tugas yang berat.
 Keputusan mandiri: kemampuan system siber-fisik untuk membuat keputusan sendiri dan melakukan tugas semandiri mungkin. Bila terjadi pengecualian, gangguan, atau ada tujuan yang berseberangan, maka tugas bisa didelegasikan.

What’s next?
Tantangan kedepan tidak hanya pada era industri yang dihadapi, namun bonus demografi yang akan terjadi pada 2020 menempatkan level generasi milenial atau mereka yang lahir setelah era generasi X dan Y pada posisi terbanyak yang berada pada usia produktif. Itu artinya kebutuhan akan kecepatan dan keakuratan menjadi sangat penting disamping simple life juga akan menjadi kebiasaan, bahkan sampai pada kebutuhan akan pendidikan juga demikian. Tentunya hal ini menuntut banyak perubahan baik dari man dan tools dalam kehidupan sehari-hari dan pada siapapun juga.
Menristekdikti, Mohamad Nasir menjelaskan, berdasarkan evaluasi awal tentang kesiapan Negara dalam mengahadapi revolusi industri 4.0, Indonesia diperkirakan sebagai Negara dengan potensi tinggi meskipun masih dibawah Singapura, di tingkat Asia Tenggara posisi Indonesia cukup diperhitungkan. Sedangkan terkait dengan global competitiveness index pada world Economic forum 2017-2018, Indonesia menempati posisi ke 36, naik lima peringkat dari tahun sebelumnya posisi 41 dari 137 negara, meskipun masih dibawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Analisis dari kemenristekdikti bahwa penyebab Indonesia masih kalah karena lemahnya higher education training, science and technology readiness, dan innovation and business sophistication.
Oleh karena itu mestinya pendidikan tinggi sebagai pusat perubahan pendidikan harus menyesuaikan diri dengan era industri 4.0. Nampaknya hal ini langsung dijawab bahwa kedepan aka nada perubahan kebijakan dan program terkait dengan sumber daya iptek dikti, kelembagaan, pembelajaran dan kemahasiswaan, serta riset dan inovasi. Bahkan dengan kondisi ini mahasiswa dituntut untuk lebih pro aktif karena dosen berperan sebagai tutor dalam daring. Maka sudah saatnya pula ada pengembangan infrastruktur MOOC (Massive Open Online Course), teaching industry dan e-library yang sudah berjalan.
Para mahasiswa khususnya mahasiswa pascasarjana yang berada pada 2% pendudukan Indonesia, merupakan salah satu strata elite di Negara ini mestinya harus siap menghadapi era ini dan untuk itu anda harus menyiapkan diri menguasai beberapa hal berikut ini, yaitu: (1) educational competence, kemampuan untuk menguasai internet of thing; (2) kemampuan melakukan riset (competence in research), merintis jejaring/conectivity; (3) melakukan inovasi teknologi dalam penelitian maupun pembiasaan; (4) knowing globalization, tidak gagap terhadap budaya dan perubahannya; (5) thingking of future strategis, bisa berpikir kedepan dan melakukan berbagai kerjasama, paham arah SDG’s dan industri.
Ke depan perubahan global semakin cepat yang menuntut berubahnya pula arah ekonomi, social, politik dan semua aspek kehidupan. Hanya kita yang bisa menempatkan posisi diri berada dimana. Sebentar lagi dan pelan namun pasti, kita secara tidak sadar akan masuk dalam era platform, yaitu kecanggihan teknologi informasi mengenai sebuah software yang dapat digunakan di beberapa system operasi yang berbeda.(@admin)

15/09/2018
by Admin
0 comments

270 Mahasiswa Baru Program Pascasarjana UAD ikuti Studium Generale

Sabtu, 15 September 2018 Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan Studium Generale untuk mahasiswa baru Angkatan Gasal 2018-2019 dengan tema : Peran Mahasiswa Pascasarjana dalam Perubahan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dengan nara sumber Diyah Puspitarini, M.Pd, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah.

Acara ini dibuka oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T., yang dalam sambutannya menyampaikan pesan dari Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Achmad Mursyidi, M.Sc., Apt, yang berhalangan hadir, bahwa di era revolusi industri 4.0 ini, hendaknya mahasiswa pasca mampu mensikapinya dengan selalu berpikir positif dengan salah satu bentuk nyata, yaitu dengan lulus tepat waktu. “1.5 sampai 2 tahun atau 3 sampai 4 semester adalah waktu yang sangat cukup untuk menyelesaikan studi di Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan”. Ditambahkan juga oleh Wakil Rektor I, Dr. Muchlas, M.T., bahwa era revolusi industri 4.0 ini adalah era yang menuntut manusia untuk selalu cerdas. “Di Era Revolusi Industri 4.0 adalah era dimana segala sesuatunya sudah tercabut dari akarnya. Dan segala sesuatu berubah dengan sangat cepat, sehingga kecerdasan merupakan faktor penting untuk tetap bertahan di era ini.”

Dengan moderator Dwi Astuti, M.Pd, Studium Generale yang diikuti oleh 270 mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan dan tamu undangan ini mulai dari jam 08.00 s.d 11.00, berlangsung sangat menarik.(LL)

 

02/09/2018
by Admin
0 comments

PORTAL Akademik, E Learning, dan Email Universitas Ahmad Dahlan

Portal Akademik Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
Portal Akademik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merupakan sebuah sistem informasi yang
berfungsi sebagai integrator informasi akademik yang ada di berbagai unit akademik (Program
Studi / Fakultas) sekaligus sebagai sarana komunikasi antar civitas akademika kampus. Sistem
ini dibangun dari kondisi eksistensi informasi akademik di kampus yang sangat beragam dan
bervariasi bentuknya, sehingga membutuhkan sebuah portal yang akan mengintegrasikan
informasi-informasi tersebut sehingga mempermudah akses publik

Universitas Ahmad Dahlan mendukung pembelajaran berbasis TIK, dengan memanfaatkan
fasilitas elearning, yang dapat diakses langsung ke http://elearning.uad.ac.id

Email Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
Panduan ini membahas tentang email yang digunakan civitas akademika Universitas Ahmad
Dahlan yang terdiri dari Compose email (Tulis Email), Lupa Password, Menambahkan email di
smartphone. Dalam panduan ini tidak membahas bagaimana cara membuat/create email
Universitas Ahmad Dahlan berbasis Google Apps karena diasumsikan semua sudah
mempunyai email.

Selanjutnya, bagaimana cara penggunaannya? Bisa di unduh melalui :

Unduhan petunjuk penggunaan portal, webmail, dan elearning.

 

15/08/2018
by Admin
0 comments

Kemenristekdikti Berlanganan E-Journal Senilai Rp.14,8 M, Dosen, Peneliti, dan Mahasiswa dapat Mengakses Secara Gratis

Siaran Pers
No. : 144/SP/HM/BKKP/VIII/2018

Kemenristekdikti Berlanganan E-Journal Senilai Rp.14,8 M, Dosen, Peneliti, dan Mahasiswa dapat Mengakses Secara Gratis

Surabaya – Kabar gembira bagi para peneliti, dosen, dan mahasiswa di Indonesia. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun 2018 ini berlangganan database e-journal senilai Rp.14.815.350.000,-.

Peneliti, dosen, dan mahasiswa di Indonesia dapat mengakses database tersebut secara gratis, sebagai referensi berkualitas bagi penelitian dan publikasi.

Tahun 2018 ini, langganan database e-journal dibagi dalam empat paket untuk seluruh perguruan tinggi dan dua paket untuk lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) dibawah koordinasi Kemenristekdikti.

Database e-journal yang dilanggan diantaranya

EBSCO (Agriculture Plus, Computers & Applied Science, Engineering Source), Cangage (Business and Economic, Educational Database, Social Science, Humanities and Arts),
ProQuest (Arts & Humanities, Biological Science Database).

Khusus untuk LPNK ditambah dengan database Science Direct (Engineering, Chemical Engineering, Decision Science, Environmental Science, Social, Energy, Chemistry, Earth and Planetary, Biochemistry, Genetics and Molecular Biology) dan Scopus.

Direktur Pengelelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti Sadjuga, menjelaskan bahwa statistik jumlah pencarian pada database e-journal yang dilakukan oleh perguruan tinggi tahun 2017 sebanyak 3.449.092 pencarian dan jumlah unduhan fulltext artikel sebanyak 895.31, yang artinya rasio unduhan fulltext dari pencarian sebesar 26%.

“Untuk LPNK, rasio unduhan fulltext dari pencarian sebesar 472% atau 38.865 akses pencarian dan jumlah unduhan sebanyak 183.533 fulltext artikel,” ujar Sadjuga dalam lokakarya peningkatan kompetensi pemanfaatan database e-journal di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya (14/08) .

Masih minimnya publikasi ilmiah peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia di jurnal ilmiah yang terindeks oleh pengindeks internasional bereputasi, secara umum dikarenakan naskah yang diajukan dinilai kurang bermutu dalam hal orisinalitas dan kebaruan (novelty). Perihal orisinalitas dan kebaruan inilah sebagai akibat rendahnya akses pada referensi primer atau kekurangmutakhiran referensi database peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia.

“Kami memahami berlangganan e-journal ini mahal, sehingga akses dosen, peneliti ataupun mahasiswa terhadap referensi primer seperti ini terbatas. Bertahap, jika anggaran lebih besar kami akan berlangganan database e-journal bidang – bidang ilmu yang strategis lainnya, ”sambung Sadjuga

Selain itu, kerja sama Kemenristekdikti dan forum perpustakaan perguruan tinggi Indonesia terus dilakukan guna meningkatkan kompetensi pemanfaatan database e-journal dengan melaksanakan lokakarya ke beberapa kota di Indonesia.

Pemanfaatan E-Journal

Untuk dapat mengakses database yang dilanggankan oleh Kemenristekdikti, peneliti dan dosen dapat meminta username dan password melalui email helpdesk fasilitasijurnal@ristekdikti.go.id. Khusus untuk dosen dapat juga dilakukan dengan mengakses http://simlitabmas.ristekdikti.go.id/ejournal/Default.aspx.

Dosen dan mahasiswa dapat mengakses melalui jaringan internet kampus dengan fasilitas IP-Address tanpa username dan password di kampus masing – masing dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan perpustakaan kampus.

“Kami menghimbau untuk dosen, peneliti, dan mahasiswa Indonesia silahkan dimanfaatkan secara maksimal akses e-journal ini,” imbuh Sadjuga.

Username dan password yang diterima tidak boleh diperjualbelikan, disebarluaskan dan ditampilkan dalam web, blog, email terbuka/mailing list dan mengunduh sistematis.

“Dengan adanya akses database ke e-journal, kami berharap meningkatnya publikasi berkualitas yang dihasilkan oleh peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia,” tutup Sadjuga.

Layanan Informasi
Ditjen Penguatan Risbang
dan
Heni Sukmawati
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti

Kemenristekdikti Berlangganan E-Journal Senilai Rp.14,8 M, Dosen, Peneliti, dan Mahasiswa dapat Mengakses Secara Gratis

10/08/2018
by Admin
0 comments

PASCASARJANA UAD MEMPERLUAS KERJASAMA DENGAN SIAM UNIVERSITY

 

Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan kembali memperluas jaringan kerjasama dengan perguruan tinggi di kawasan Asia. Rabu 8 Agustus 2018 Wakil Direktur Program Pascasarjana, Dr. Dwi Sulisworo, M.T., berkunjung ke Siam Universtiy, Bangkok Thailand dan bertemu dengan President SIAM University untuk memperluas kerjasama dengan SIAM University melalui program – program akademis, antara lain joint research  dan Sistem Kredit Transfer.

Dalam kunjungan kali ini, Dr. Dwi Sulisworo, M.T., khusus melakukan inisiasi kerjasama bidang Farmasi. Sehingga dengan adanya kerjasama internasional ini akan meningkatkan dan mengembangkan hubungan baik antara Fakultas Farmasi di UAD dengan SIAM University, antara lain dengan kegiatan berupa magang dosen dalam kegiatan penelitian dan kursus (Short Course Clinical Training In Pharmaceutical Care) yang akan dilakukan dengan Tim dari Fakultas Farmasi SIAM University, Thailand.

Dr Dwi Sulisworo pada kesempatan ini juga mengantarkan 3 (tiga) mahasiswa Magister Farmasi Program Pascasarjana yang akan mengikuti program magang (intership) di Fakultas Farmasi di SIAM University selama satu bulan. (admin)

Berfoto bersama Presiden SIAM University beserta jajarannya 

3 (tiga) Mahasiswa Magister Farmasi yang akan melakukan Praktek Kerja klinik di SIAM University

08/08/2018
by Admin
0 comments

Magister Pendidikan Matematika UAD Undang Assoc Prof Allan Leslie White, Ph.D

Program Studi Magister Pendidikan Matematika Program Pascasarjana UAD menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture dengan nara sumber : Assoc Prof Allan Leslie White, Ph.D dari Western Sydney University pada Rabu 8 Agustus 2018 di Ruang Sidang Kampus 2 dengan topik : Innovative Mathematics Learning in The Age of Industry Revolution 4.0.

Pada kesempatan kali ini Prof Allan Leslie menyampaikan bahwa guru yang inovatif berarti menguasai betul disiplin ilmu yang digeluti. “Jadilah Guru Matematika yang Inovatif dan Visioner” pesan beliau kepada seluruh peserta yang terdiri dari   mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Dosen, dan juga beberapa tamu undangan. “Sehingga yang tak kalah penting adalah harus selalu mengikuti perkembangannya, termasuk melakukan inovasi, terutama dalam proses pembelajarannya”.

Prof. Allan juga menunjukkan bagaimana cara saat mengajar tentang rumus dan instrumen dengan menggunakan media kartu, bola, dan juga meminta peserta mahasiswa untuk ikut maju memperagakannya.

Dr. Suparman, DEA, Kaprodi Magister Pendidikan Matematika menyampaikan juga ” Guru Matematika itu harus inovatif, aplikatif. sehingga mampu menjadi guru yang bisa memecahkan masalah dengan realistik salah satunya dengan cara menyampaikan materi dengan simpel dan gampang diterima oleh siswa.” (adminLL)

07/07/2018
by Admin
0 comments

PRODI MAGISTER PENDIDIKAN FISIKA SELENGGARAKAN WORKSHOP MODEL DAN STRATEGI PEMBELAJARAN ABAD 21

 Bersama dengan Asosiasi Guru Fisika Indonesia (AGFI), Program Studi Magister Pendidikan Fisika Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan selenggarakan Workshop dan Studi Tiru selama 4 hari, dari 6 sd 9 Juli 2018. Salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka kunjungan tersebut, Kerjasama antara Prodi Magister Pendidikan Fisika dengan AGFI yaitu terselenggarakannya Workshop Model dan Strategi Pembelajaran Fisika Abad 21. Nara sumber acara ini salah satunya Kepala Dinas DIKPORA DIY dan Kepala Balai DIKPORA kota Yogyakarta, Bantul, sleman, Kulonprogo dan Gunung Kidul. Kegiatan ini dikuti oleh kuranglebih 150 guru fisika yang berasal dari berbagai profinsi di Indonesia. Dari Sulawesi (bone,makasar), Kalimantan, NTT, Madura, Banyuwangi, Surabaya Pati Jawa Tengah, DIY, Bogor, Bandung, Jakarta. Untuk Studi Tiru akan berkunjung ke SMA 2 Bantul, studi Geologi dan Merapi dan juga akan berkunjung ke Batan.(MPFis/Foto Dok.Pribadi)

23/05/2018
by Admin
0 comments

Pengurus ASMAPADA Dilantik Wakil Rektor III UAD

Senin (21/5/2018) Pengurus Asosiasi Mahasiswa Pascasarjana (ASMAPADA) UAD periode 2018-2019 dilantik oleh Wakil Rektor Bidang Pengembangan Kemahasiswaan dan Pemberdayaan Alumni (WR III), Dr. Abdul Fadlil, M.T., dan didampingi Wakil Direktur Program Pascasarjana Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T., dan Danang Sukantar, M.Pd. Kabid Kemahasiswaan dan Alumni Bimawa.
Dalam sambutannya, WR III menyampaikan, ASMAPADA harus memperbanyak kegiatan yang bersifat positif. Program yang ada harus berkolaborasi dengan program studi yang ada di pascasarjana, dan harus ada sinergitas dengan organisasi maupun lembaga lainnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya regenerasi. “Regenerasi perlu terus dijalankan, pelantikan adalah bukti regenerasi Asmapada berjalan baik. Kami berharap semua anggota ambil bagian. Semoga amanah dan memberikan banyak sumbangan bagi pascasarjana UAD.”
Ia pun menginginkan lahirnya program-program yang memiliki inovasi dan kreativitas. Tidak harus kegiatan besar, yang terpenting memberikan dampak besar. Program yang dikembangkan disesuaikan dengan sesuat yang ada di borang akreditasi. Supaya bisa menunjang akreditasi institusi.

Sementara Dwi Sulisworo menyampaikan, pengurusan pendek organisasi yang hanya satu tahun memerlukan kerja keras. Terkait situasi kondisi politik nasional, mahasiswa pascasarjana harus memiliki kematangan berpikir, sehingga bisa menjadi agen perubahan dan inisiator. “Mahasiswa diharap menjadi contoh yang baik, dengan pemikiran-pemikirannya sehingga bisa memberi pencerahan kepada masyarakat. Program pascasarjana akan selalu mendukung kegiatan,” ujarnya.

Pelantikan yang kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja ASMAPADA kali ini bertajuk “Berkarya untuk Pascasarjana yang Berkemajuan”. Diharapkan Asmapada dapat berperan memajukan program pascasarjana dan UAD.

Dalam kesempatan ini Dwi Pamungkas terpilih sabagai ketua ASMAPADA periode 2018-2019. Dwi merupakan ketua periode ketiga Asmapada. (ard/admin)