04/12/2018
by Admin
0 comments

Magister Psikologi Profesi Selenggarakan Pelatihan Paradigma Psikopatologi

Program Studi Magister Psikologi Profesi (MAPRO) Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan selenggarakan Pelatihan Paradigma Psikopatologi dengan nara sumber Prof. Dr. Sawitri Supardi Sadarjoen, Psi.Klin. pada Senin, 3 Desember 2018 di Ruang Sidang Utama Kampus 1 UAD. Pelatihan Paradigma Psikopatologi ini diikuti oleh para dosen pasikologi klinis di lingkungan UAD dan mahasiswa Mapro dari berbagai angkatan. Acara dibuka oleh Kaprodi Magister Psikologi Profesi (Mapro), Dr. Siti Urbayatun, S.Psi., M.Si.Psi., yang dalam sambutannya tidak panjang lebar, namun dengan pantun yang singkat. “Beli kecubung di Rusia, jalan jalan mampir mandi di sungai. Meski mendung kita tetap berbahagia, karena kehadiran Prof. Sawitri yang baik hatinya” dan disambut dengan tepuk tangan dari peserta yang mengikuti pelatihan ini.

Kaprodi  Magister Psikologi Profesi menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini membekali calon psikolog klinis untuk membuat paradigma memahami gangguan/psikopatologi sehingga melengkapi dalam membuat laporan pemeriksaan psikologis. “Harapannya para Psikolog bisa membuat paradigma suatu gangguan dengan tepat” lanjut Ibu Siti Urbayatun.

Prof. Dr. Sawitri Supardi Sadarjoen, Psi.Klin., Guru Besar Psikologi Klinis dari Fakultas psikologi Universitas Padjajaran ini menyampaikan Paradigma Psikopatologi yang dipaparkan oleh J.Bucklew, juga dengan beberapa contoh konkrit supaya lebih mudah dipahami oleh para peserta pelatihan. (ll)

 

 

 

01/12/2018
by Admin
0 comments

MPFIS Selenggarakan Workshop Internasional untuk Pembelajaran Fisika yang Kontekstual

Pemahaman konsep fisika yang rendah bisa diakibatkan oleh kurangnya kesempatan siswa untuk melakukan eksperimen yang menunjang konsep fisika yang sedang dipelajari. Eksperimen dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang mudah dan murah didapat. Selain itu, teknologi, informasi, dan komunikasi menunjang proses pelaksanaan eksperimen fisika tersebut.

Untuk itulah, Program Studi Magister Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan menggelar workshop internasional berkaitan dengan implementasi sejumlah perangkat lunak untuk menunjang pembelajaran fisika berbasis eksperimen. Workshop Internasional tersebut diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu, 24-25 November 2018 yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen prodi serta perwakilan guru-guru dari Asosiasi Guru Fisika Indonesia (AGFI). Profesor Rosli Jaafar dari Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia bertindak selaku narasumber. Ketua Program Studi Magister Pendidikan Fisika UAD, Dr. Moh Toifur, M.Si menyatakan bahwa workshop ini sebagai tindak lanjut joint activity antara UAD dan UPSI. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan visi dan misi program studi.

Hari Sabtu 24/11/2018 peserta workshop diajarkan untuk menggunakan perangkat lunak audacity untuk memvisualisasikan arus induksi pada sistem pendulum teredam. Konsep yang abstrak tentang arus ini dapat mudah untuk ditampilkan dan dianalisis oleh siswa. Bahan-bahan yang digunakan pun mudah dan murah diperoleh sehingga dapat dijadikan materi eksperimen di sekolah maupun perguruan tinggi. Hari Ahad, 25/11/2018 dilanjutkan workshop melalui di lokasi luar ruang tepatnya di Pantai Baru, Srandakan, Bantul, DIY. Peserta workshop diajarkan untuk memahami fenomena fisika di pantai, misalnya tentang penentuan kecepatan angin pantai. Data kecepatan angin dapat diakuisisi menggunakan perangkat lunak Tracker yang dapat menyajikan hasil perhitungan kecepatan, percepatan. Bahkan energi angin mudah diketahui melalui sensor yang ada pada smartphone atau kamera.

Fenomena sehari-hari yang sering luput dari perhatian para pengajar fisika tentu juga menarik untuk dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak tersebut. Misalnya kecepatan hewan kecil seperti semut dan ulat. Para guru dan mahasiswa yang menjadi peserta dapat menggunakan fenomena ini untuk menjelaskan tentang konsep vektor yang seringkali menjadi momok bagi siswa. Kegiatan olahraga yang menyenangkan seperti sepakbola juga menjadi bagian dari analisis pada workshop ini. Peserta dapat menganalisis kecepatan bola dan seberapa kuat gaya tendangan yang dilakukan oleh pemain sepakbola.

Selain workshop internasional, Prodi Magister Pendidikan Fisika UAD juga menggabungkannya dengan kegiatan rutin Field Trip. Kegiatan ini ditujukan untuk menambah keahlian mahasiswa dalam melakukan eksperimen dengan menggunakan peralatan dan perangkat lunak yang modern namun praktis. Beberapa diantaranya adalah ekperimen penentuan konduktivitas air laut, pengukuran kadar karbon dioksida pada proses fotosintesis, penentuan kualitas magnetik pasir pantai, pengukuran kecepatan angin, dan observasi matahari dengan teleskop dan spektroskop.

Peserta workshop internasional dan field trip merasa puas dan menginginkan agar kegiatan dapat berlangsung dengan berkelanjutan. Kegiatan ini dibantu sepenuhnya oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Fisika UAD. Sekaligus pada saat itu telah waktunya dilakukan pelantikan pengurusan HMPS yang baru untuk masa bakti 2018/2019. Dengan pembelajaran fisika berbasis eksperimen yang menekankan pada konteks dilangsungkannya proses pembelajaran, diharapkan calon guru/dosen dapat memberikan pemahaman konsep fisika dengan lebih baik.

26/11/2018
by Admin
0 comments

Pembekalan dan Pelepasan Wisudawan Wisudawati Pascasarjana

Sebanyak 111 Mahasiswa calon wisudawan/wisudawati dari 8 prodi di Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan menghadiri acara Pembekalan dan pelepasan Wisudawan Wisudawati Pascasarjana, Jum’at 23 November 2018 di Auditorium Kampus 3 UAD Jalan Prof Dr. Soepomo, Janturan, Warungboto Yogyakarta.

Acara di buka dengan sambutan Direktur Program Pascasarjana, Prof. Dr. Achmad Mursyidi, M.Sc., Apt yang senantiasa mengingatkan kepada para wisudawan dan wisudawati.  “Jangan lupa untuk senantiasa bersyukur atas segala pencapaian yang telah diraih, dan selalu berusaha untuk pencapaian yang lebih baik, yang harus selalu berguna untuk masyarakat”.

Peserta wisuda kali ini berasal 8 prodi dari 11 prodi yang ada di Program Pascasarjana. 38 dari Magister Farmasi, 16 dari Magister Psikologi Sains, 6 dari Magister Psikologi Profesi, 6 dari Magister pendidikan Matematika, 2 dari Magister Pendidikan Guru Vokasi, 11 dari Magister Manajemen Pendidikan, 24 dari Magister Pendidikan Bahasa Inggris dan 8 dari Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika. Dan ke 111 mahasiswa calon wisudawan wisudawati dari Program Pascasarjana ini, akan di Wisuda pada Sabtu 24 November 2018 di JEC Yogyakarta.

Hadir dan juga memberi sambutan Rektor Universitas Ahmad Dahlan, Dr. Kasiyarno, M.Hum. Dalam sambutannya Rektor menyampaikan Selamat dan Sukses kepada seluruh Mahasiswa dan Juga Orangtua Wali mahasiswa. “Lulus menjadi sarjana adalah bukti bakti anak kepada orangtua yang telah susah payah berusaha memberikan pendidikan tertinggi untuk anak-anaknya.”  Dr. Kasiyarno, M.Hum juga sebagai pembimbing tesis di Magister Pendidikan Bahasa Inggris, juga menyampaikan rasa bangga kepada 8 mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris yang ikut diwisuda periode ini adalah peserta program Joint Tesis Writing dengan Universitas Saint Anthony Philipina.

Acara Pembekalan dan pelepasan Wisudawan Wisudawati Pascasarjana dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat lulusan terbaik prodi dan  ditutup dengan doa oleh prof. Dr. sarbiran, Ph.D.,  dilanjutkan dengan foto bersama dan ramah  tamah.(ll)

 

 

 

06/11/2018
by Admin
0 comments

PMB PROGRAM PASCASARJANA Periode Genap 2018-2019

Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan kembali membuka Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru Periode Genap 2018-2019. Pendaftaran mulai dibuka tanggal 6 November 2018. Banyak pilihan program studi yang ditawarkan di Program Pascasarjana   (Pendaftaran Program Studi Magister Psikologi Profesi dibuka pada Bulan Mei 2019)

Silakan bergabung dan mendaftar di Pascasarjana UAD. Informasi lebih lanjut  dapat menghubungi  kontak di bawah ini :

  1. Magister Psikologi Profesi  ( Kontak Staf : Joko Tri W. / 08994105637)
  2. Magister Manajemen Pendidikan  ( Kontak Staf : Risty K. / 085228441187)
  3. Magister Pendidikan Fisika ( Kontak Staf : Dewi P. / 081315295892)
  4. Magister Pendidikan Bahasa Inggris ( Kontak Staf : Suryono / 0895363240649)
  5. magister Pendidikan Matematika ( Kontak Staf : Fitrah / 083154551074)
  6. Magister Pendidikan Agama Islam ( Kontak Staf : Wintolo / 085725738911)
  7. Magister Manajemen ( Kontak Staf : Retno / 08112650255)
  8. Magister Psikologi ( Kontak Staf : Subkhan Azis. / 087738164576)
  9. Magister Pendidikan Vokasi ( Kontak Staf : Hanifah / 08122784451)
  10. Magister Farmasi ( Kontak Staf : Suratman / 083869651771)
  11. Magister Teknik Informatika ( Kontak Staf : Vita A. / 081392725629)

Humas Pasca : 087838271960 (WA)

Staf Kantor Pasca :

Nailil Huda : 0818260706

Adil P. : 085228183110

Hesti S. : 081807289023

01/10/2018
by Admin
0 comments

Pengumuman Wisuda dan Yudisium November 2018

 

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan Catur Wulan I Tahun Akademik 2018-2019 akan dilaksanakan pada tanggal 24 November 2018.

Mahasiswa yang telah memenuhi syarat yudisium, dimohon untuk segera mendaftar Yudisium di kantor TU masing masing Program Studi paling lambat 21 Oktober 2018.

Yudisium terakhir untuk dapat mengikuti wisuda periode November 2018, akan dislenggarakan pada Selasa 23 Oktober 2018 jam 09.00 di Kantor Pascasarjana Kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan.

30/09/2018
by Admin
0 comments

Prof. Dr. Moh. Mahfud MD Sampaikan Kuliah Umum di Pascasarjana UAD

Menyambut 270 mahasiswa baru Pascasarjana UAD Yogyakarta dari di 11 program studi, Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan bekerjasama dengan Asosiasi Mahasiswa Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (Asmapada) selenggarakan kegiatan orientasi mahasiswa baru dan kuliah umum dengan pembicara Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, Sabtu (29/9/2018), di auditorium Kampus 2 UAD, Jalan Pramuka, Yogyakarta.

Dalam kuliah umum itu, Prof Dr H Mohammad Mahfud MD, SH, SU, yang didampingi Dr Ir Dwi Sulisworo, MT (Wakil Direktur PPS UAD), sampaikan problematika kebangsaan di era milenial.

Di depan mahasiswa S2 UAD, Mahfud MD memaparkan pemantapan ikatan kebangsaan berdasar ideologi Pancasila di era milenial.  Menurut anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Pancasila ini telah mempersatukan 17.504 pulau dan 256 juta penduduk, berbagai agama dan keyakinan, 1.360 suku bangsa serta 726 bahasa daerah.

Dikatakan Mahfud, Bhinneka Tunggal Ika itu dilandasi rasa nasionalisme yang tinggi. “Dan Indonesia, negara kesepakatan dari ratusan juta penduduk yang berasal dari puluhan ribu pulau, beragam suku, beragam bahasa, dan keragaman lainnya, adalah sebuah negara istimewa yang merebut kemerdekaan dengan perjuangan panjang dan melelahkan,” ujar Prof. Dr. Mahfud MD.

Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, bagi Mahfud MD, melahirkan hukum-hukum resmi. Sebagai selain dasar negara adalah cara pandang yang sama, pedoman etik, pemersatu dan lain-lain yang tidak berbentuk hukum. Menurut Mahfud MD, Pancasila merupakan pijakan paling utama dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat. “Terlebih generasi muda yang lebih dekat dengan tren komunikasi global,” tandas Mahfud MD.  “Pancasila menjadi kesadaran filsafat hukum dan sumber kesadaran berbangsa serta bernegara. Pancasila itu ideologi yang mempersatukan,” ujar profesor Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta tersebut.

Mahfud mengingatkan kembali tentang potensi perpecahan jika generasi muda saat ini tidak lagi merefleksikan Pancasila dalam kehidupan bersosialisasi mereka sehari-hari. Menurut Mahfud, terjaganya persatuan bangsa Indonesia hanya bisa terwujud selama Pancasila masih menjadi landasannya. “Radikalisme harus kita tangkal dengan Pancasila sebagai ideologi pemersatu ikatan kita sebagai bangsa Indonesia,” lanjut Mahfud (Humaspasca)

 

 

 

 

17/09/2018
by Admin
0 comments

PERAN MAHASISWA PASCA SARJANA DALAM PERUBAHAN SOSIAL ERA INDUSTRI 4.0

PERAN MAHASISWA PASCA SARJANA DALAM PERUBAHAN SOSIAL ERA INDUSTRI 4.0

(Disampaikan pada Stadium General Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan)
Oleh: Diyah Puspitarini, M.Pd

Kita tahu berapa besar dan kuatnya cengkraman VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) di Nusantara dan beberapa Negara Asia Tenggara lainnya, VOC yang lahir sejak 20 Maret 1602 akhirnya perlahan mulai kandas di peradaban awal revolusi industry (1799), meskipun VOC benar-benar mulai mengalami kemunduran di tahun 1800-an. VOC adalah kongsi dagang para pengusaha Belanda yang memperoleh hak membeli dan menguasai rempah-rempah perdagangan di Nusantara. VOC mengalami kebangkrutan karena beban biaya yang begitu besar yang harus mereka dikeluarkan dalam menumpas pemberontakan, selain itu VOC juga harus menanggung beban korupsi para stafnya. Perubahan efek revolusi industry nampaknya juga mempengaruhi sarana VOC yang masih menggunakan tenaga manual, sementara di Eropa sudah mulai memakai tenaga mesin. Maka pelan dan pasti jika tidak bisa menyesuaikan maka akan tergerus dengan sendirinya.
Sebenarnya berbagai macam Revolusi Industri pernah terjadi di belahan dunia ini. Pertama, revolusi industri dimulai dengan perubahan dari tenaga manusia menjadi tenaga mesin, dan era ini dimulai sejak abad ke 16. Kedua, revolusi industri dengan perubahan produksi elektronik secara masal. Ketiga, revolusi industry dengan pemanfaatan teknologi komputerisasi dan otomatis, era ini ketika masuk pada abad ke 18. Keempat, revolusi industri dengan teknologi tinggi berbasis data cyber system, dan era ini baru dimulai pada abad ke 20.
Perubahan social yang terjadi tampaknya sedikit banyak mempengaruhi kebutuhan manusia untuk melakukan “jumping life” agar bisa bertahan hidup dan menemukan pola. Setiap revolusi industri yang terjadi juga demikian, tentunya adanya revolusi karena ada perubahan social yang terjadi pula. Kebutuhan masyarakat akan efektifitas waktu dan efisiensi pekerjaan menjadi salah satu alasan terjadinya revolusi industri (Hutington, 1990). Maka jika perubahan yang kian cepat dan kemajuan teknologi serta tuntutan masyarakat global sangat cepat tanpa adanya penyesuaian life style, maka pasti akan terjadi kericuhan keadaan dan budaya yang kian besar. Era ini yang disebut dengan disruption, dimana pergerakan dunia industri atau persaingan kerja tidak lagi linier (Rhenald Kasali, 2016). Perubahan sangat cepat, fundamental dengan mengacak-acak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru. Cakupan perubahannya juga besar, yaitu dunia bisnis, perbankan, transportasi, social masyarakat, hingga pendidikan. Era ini akan menuntut kita berubah atau punah.

Era Industri 4.0
Salah satu keterkaitan antara revolusi industri dengan era disruption adalah munclnya industri baru yaitu 4.0 (baca: four-point-o). Munculnya era ini ditengah pergulatan era disruption menjadi warna tersendiri, dan bahkan perubahan tersebut kian terasa dalam kehidupan setiap individu. Industri 4.0 menurut Otto Hermann (Design Principles for Industrie 4.0 Scenarios , 2016) adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik, istilah ini mencakup system siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Penjelasannya adalah, Industri 4.0 menghasilkan pabrik cerdas, di dalam pabrik cerdas berstruktur moduler, system siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Lewat internet untuk segala (IoT), system siber-fisik berkomunikasi dan bekerjasama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Dan melalui komputasi awan, layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai.
Ada empat prinsip rancangan dalam industri 4.0, yaitu:
 Interoperabilitas (kesesuaian): kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan satu sama lain lewat internet untuk segala (IoT) atau internet untuk khalayak (IoP)
 Transparasi informasi: kemampuan system informasi: kemampuan system informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor.
 Bantuan teknis: kemampuan system bantuan untuk membantu manusia dengan mengumpulkan dan membuat visualisasi informasi secara menyeluruh agar bisa membuat keputusan bijak dan menyelesaikan masalah genting yang mendadak. Kemampuan siber-fisik ini untuk membantu manusia secara fisik dengan melakukan serangkaian tugas yang berat.
 Keputusan mandiri: kemampuan system siber-fisik untuk membuat keputusan sendiri dan melakukan tugas semandiri mungkin. Bila terjadi pengecualian, gangguan, atau ada tujuan yang berseberangan, maka tugas bisa didelegasikan.

What’s next?
Tantangan kedepan tidak hanya pada era industri yang dihadapi, namun bonus demografi yang akan terjadi pada 2020 menempatkan level generasi milenial atau mereka yang lahir setelah era generasi X dan Y pada posisi terbanyak yang berada pada usia produktif. Itu artinya kebutuhan akan kecepatan dan keakuratan menjadi sangat penting disamping simple life juga akan menjadi kebiasaan, bahkan sampai pada kebutuhan akan pendidikan juga demikian. Tentunya hal ini menuntut banyak perubahan baik dari man dan tools dalam kehidupan sehari-hari dan pada siapapun juga.
Menristekdikti, Mohamad Nasir menjelaskan, berdasarkan evaluasi awal tentang kesiapan Negara dalam mengahadapi revolusi industri 4.0, Indonesia diperkirakan sebagai Negara dengan potensi tinggi meskipun masih dibawah Singapura, di tingkat Asia Tenggara posisi Indonesia cukup diperhitungkan. Sedangkan terkait dengan global competitiveness index pada world Economic forum 2017-2018, Indonesia menempati posisi ke 36, naik lima peringkat dari tahun sebelumnya posisi 41 dari 137 negara, meskipun masih dibawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Analisis dari kemenristekdikti bahwa penyebab Indonesia masih kalah karena lemahnya higher education training, science and technology readiness, dan innovation and business sophistication.
Oleh karena itu mestinya pendidikan tinggi sebagai pusat perubahan pendidikan harus menyesuaikan diri dengan era industri 4.0. Nampaknya hal ini langsung dijawab bahwa kedepan aka nada perubahan kebijakan dan program terkait dengan sumber daya iptek dikti, kelembagaan, pembelajaran dan kemahasiswaan, serta riset dan inovasi. Bahkan dengan kondisi ini mahasiswa dituntut untuk lebih pro aktif karena dosen berperan sebagai tutor dalam daring. Maka sudah saatnya pula ada pengembangan infrastruktur MOOC (Massive Open Online Course), teaching industry dan e-library yang sudah berjalan.
Para mahasiswa khususnya mahasiswa pascasarjana yang berada pada 2% pendudukan Indonesia, merupakan salah satu strata elite di Negara ini mestinya harus siap menghadapi era ini dan untuk itu anda harus menyiapkan diri menguasai beberapa hal berikut ini, yaitu: (1) educational competence, kemampuan untuk menguasai internet of thing; (2) kemampuan melakukan riset (competence in research), merintis jejaring/conectivity; (3) melakukan inovasi teknologi dalam penelitian maupun pembiasaan; (4) knowing globalization, tidak gagap terhadap budaya dan perubahannya; (5) thingking of future strategis, bisa berpikir kedepan dan melakukan berbagai kerjasama, paham arah SDG’s dan industri.
Ke depan perubahan global semakin cepat yang menuntut berubahnya pula arah ekonomi, social, politik dan semua aspek kehidupan. Hanya kita yang bisa menempatkan posisi diri berada dimana. Sebentar lagi dan pelan namun pasti, kita secara tidak sadar akan masuk dalam era platform, yaitu kecanggihan teknologi informasi mengenai sebuah software yang dapat digunakan di beberapa system operasi yang berbeda.(@admin)

15/09/2018
by Admin
0 comments

270 Mahasiswa Baru Program Pascasarjana UAD ikuti Studium Generale

Sabtu, 15 September 2018 Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan Studium Generale untuk mahasiswa baru Angkatan Gasal 2018-2019 dengan tema : Peran Mahasiswa Pascasarjana dalam Perubahan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dengan nara sumber Diyah Puspitarini, M.Pd, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah.

Acara ini dibuka oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T., yang dalam sambutannya menyampaikan pesan dari Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Achmad Mursyidi, M.Sc., Apt, yang berhalangan hadir, bahwa di era revolusi industri 4.0 ini, hendaknya mahasiswa pasca mampu mensikapinya dengan selalu berpikir positif dengan salah satu bentuk nyata, yaitu dengan lulus tepat waktu. “1.5 sampai 2 tahun atau 3 sampai 4 semester adalah waktu yang sangat cukup untuk menyelesaikan studi di Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan”. Ditambahkan juga oleh Wakil Rektor I, Dr. Muchlas, M.T., bahwa era revolusi industri 4.0 ini adalah era yang menuntut manusia untuk selalu cerdas. “Di Era Revolusi Industri 4.0 adalah era dimana segala sesuatunya sudah tercabut dari akarnya. Dan segala sesuatu berubah dengan sangat cepat, sehingga kecerdasan merupakan faktor penting untuk tetap bertahan di era ini.”

Dengan moderator Dwi Astuti, M.Pd, Studium Generale yang diikuti oleh 270 mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan dan tamu undangan ini mulai dari jam 08.00 s.d 11.00, berlangsung sangat menarik.(LL)

 

02/09/2018
by Admin
0 comments

PORTAL Akademik, E Learning, dan Email Universitas Ahmad Dahlan

Portal Akademik Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
Portal Akademik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merupakan sebuah sistem informasi yang
berfungsi sebagai integrator informasi akademik yang ada di berbagai unit akademik (Program
Studi / Fakultas) sekaligus sebagai sarana komunikasi antar civitas akademika kampus. Sistem
ini dibangun dari kondisi eksistensi informasi akademik di kampus yang sangat beragam dan
bervariasi bentuknya, sehingga membutuhkan sebuah portal yang akan mengintegrasikan
informasi-informasi tersebut sehingga mempermudah akses publik

Universitas Ahmad Dahlan mendukung pembelajaran berbasis TIK, dengan memanfaatkan
fasilitas elearning, yang dapat diakses langsung ke http://elearning.uad.ac.id

Email Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
Panduan ini membahas tentang email yang digunakan civitas akademika Universitas Ahmad
Dahlan yang terdiri dari Compose email (Tulis Email), Lupa Password, Menambahkan email di
smartphone. Dalam panduan ini tidak membahas bagaimana cara membuat/create email
Universitas Ahmad Dahlan berbasis Google Apps karena diasumsikan semua sudah
mempunyai email.

Selanjutnya, bagaimana cara penggunaannya? Bisa di unduh melalui :

Unduhan petunjuk penggunaan portal, webmail, dan elearning.

 

15/08/2018
by Admin
0 comments

Kemenristekdikti Berlanganan E-Journal Senilai Rp.14,8 M, Dosen, Peneliti, dan Mahasiswa dapat Mengakses Secara Gratis

Siaran Pers
No. : 144/SP/HM/BKKP/VIII/2018

Kemenristekdikti Berlanganan E-Journal Senilai Rp.14,8 M, Dosen, Peneliti, dan Mahasiswa dapat Mengakses Secara Gratis

Surabaya – Kabar gembira bagi para peneliti, dosen, dan mahasiswa di Indonesia. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun 2018 ini berlangganan database e-journal senilai Rp.14.815.350.000,-.

Peneliti, dosen, dan mahasiswa di Indonesia dapat mengakses database tersebut secara gratis, sebagai referensi berkualitas bagi penelitian dan publikasi.

Tahun 2018 ini, langganan database e-journal dibagi dalam empat paket untuk seluruh perguruan tinggi dan dua paket untuk lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) dibawah koordinasi Kemenristekdikti.

Database e-journal yang dilanggan diantaranya

EBSCO (Agriculture Plus, Computers & Applied Science, Engineering Source), Cangage (Business and Economic, Educational Database, Social Science, Humanities and Arts),
ProQuest (Arts & Humanities, Biological Science Database).

Khusus untuk LPNK ditambah dengan database Science Direct (Engineering, Chemical Engineering, Decision Science, Environmental Science, Social, Energy, Chemistry, Earth and Planetary, Biochemistry, Genetics and Molecular Biology) dan Scopus.

Direktur Pengelelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti Sadjuga, menjelaskan bahwa statistik jumlah pencarian pada database e-journal yang dilakukan oleh perguruan tinggi tahun 2017 sebanyak 3.449.092 pencarian dan jumlah unduhan fulltext artikel sebanyak 895.31, yang artinya rasio unduhan fulltext dari pencarian sebesar 26%.

“Untuk LPNK, rasio unduhan fulltext dari pencarian sebesar 472% atau 38.865 akses pencarian dan jumlah unduhan sebanyak 183.533 fulltext artikel,” ujar Sadjuga dalam lokakarya peningkatan kompetensi pemanfaatan database e-journal di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya (14/08) .

Masih minimnya publikasi ilmiah peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia di jurnal ilmiah yang terindeks oleh pengindeks internasional bereputasi, secara umum dikarenakan naskah yang diajukan dinilai kurang bermutu dalam hal orisinalitas dan kebaruan (novelty). Perihal orisinalitas dan kebaruan inilah sebagai akibat rendahnya akses pada referensi primer atau kekurangmutakhiran referensi database peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia.

“Kami memahami berlangganan e-journal ini mahal, sehingga akses dosen, peneliti ataupun mahasiswa terhadap referensi primer seperti ini terbatas. Bertahap, jika anggaran lebih besar kami akan berlangganan database e-journal bidang – bidang ilmu yang strategis lainnya, ”sambung Sadjuga

Selain itu, kerja sama Kemenristekdikti dan forum perpustakaan perguruan tinggi Indonesia terus dilakukan guna meningkatkan kompetensi pemanfaatan database e-journal dengan melaksanakan lokakarya ke beberapa kota di Indonesia.

Pemanfaatan E-Journal

Untuk dapat mengakses database yang dilanggankan oleh Kemenristekdikti, peneliti dan dosen dapat meminta username dan password melalui email helpdesk fasilitasijurnal@ristekdikti.go.id. Khusus untuk dosen dapat juga dilakukan dengan mengakses http://simlitabmas.ristekdikti.go.id/ejournal/Default.aspx.

Dosen dan mahasiswa dapat mengakses melalui jaringan internet kampus dengan fasilitas IP-Address tanpa username dan password di kampus masing – masing dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan perpustakaan kampus.

“Kami menghimbau untuk dosen, peneliti, dan mahasiswa Indonesia silahkan dimanfaatkan secara maksimal akses e-journal ini,” imbuh Sadjuga.

Username dan password yang diterima tidak boleh diperjualbelikan, disebarluaskan dan ditampilkan dalam web, blog, email terbuka/mailing list dan mengunduh sistematis.

“Dengan adanya akses database ke e-journal, kami berharap meningkatnya publikasi berkualitas yang dihasilkan oleh peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia,” tutup Sadjuga.

Layanan Informasi
Ditjen Penguatan Risbang
dan
Heni Sukmawati
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti

Kemenristekdikti Berlangganan E-Journal Senilai Rp.14,8 M, Dosen, Peneliti, dan Mahasiswa dapat Mengakses Secara Gratis

10/08/2018
by Admin
0 comments

PASCASARJANA UAD MEMPERLUAS KERJASAMA DENGAN SIAM UNIVERSITY

 

Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan kembali memperluas jaringan kerjasama dengan perguruan tinggi di kawasan Asia. Rabu 8 Agustus 2018 Wakil Direktur Program Pascasarjana, Dr. Dwi Sulisworo, M.T., berkunjung ke Siam Universtiy, Bangkok Thailand dan bertemu dengan President SIAM University untuk memperluas kerjasama dengan SIAM University melalui program – program akademis, antara lain joint research  dan Sistem Kredit Transfer.

Dalam kunjungan kali ini, Dr. Dwi Sulisworo, M.T., khusus melakukan inisiasi kerjasama bidang Farmasi. Sehingga dengan adanya kerjasama internasional ini akan meningkatkan dan mengembangkan hubungan baik antara Fakultas Farmasi di UAD dengan SIAM University, antara lain dengan kegiatan berupa magang dosen dalam kegiatan penelitian dan kursus (Short Course Clinical Training In Pharmaceutical Care) yang akan dilakukan dengan Tim dari Fakultas Farmasi SIAM University, Thailand.

Dr Dwi Sulisworo pada kesempatan ini juga mengantarkan 3 (tiga) mahasiswa Magister Farmasi Program Pascasarjana yang akan mengikuti program magang (intership) di Fakultas Farmasi di SIAM University selama satu bulan. (admin)

Berfoto bersama Presiden SIAM University beserta jajarannya 

3 (tiga) Mahasiswa Magister Farmasi yang akan melakukan Praktek Kerja klinik di SIAM University