13/03/2019
by Admin
0 comments

Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika Peduli

Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan mengadakan bakti sosial dengan menyerahkan beberapa bantuan kepada warga yang terkena dampak bencana alam banjir di Dusun Jeruk Legi, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Selasa, 12 Maret 2019. 

Diterima oleh Kepala Dusun Jeruk legi dan beberapa warga, bantuan  Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika Peduli berupa beberapa paket sembako yang dikumpulkan melalui donasi dari Dosen-dosen dan  Mahasiswa di lingkungan Magister Pendidikan Fisika Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan. Diharapkan, bentuk kepedulian dari  dosen dan mahasiswa terhadap masyarakat terkena dampak bencana banjir di Gunung Kidul ini, tidak banyak tetapi diharapkan dapat membawa manfaat.(admin/foto MPFIS)

 

09/03/2019
by Admin
0 comments

Studium Generale Pascasarjana sambut Mahasiswa Baru dengan Tema SDGs

Program Pascasarjana menyelenggarakan Studium Generale atau Kuliah Umum dengan Tema Kebijakan Pemerintah Dalam Bidang Ekonomi Untuk Mendukung SDGs pada sabtu, 9 Maret 2019 di Auditorium kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan dengan Nara Sumber Dr. Taufik Hidayat, M.Ec, Direktur Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).
Peserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Bulan September 2015 meluncurkan SDGs atau Suistanable Development Goals yang merupakan agenda global yang melanjutkan upaya dan capaian agenda global sebelumnya yaitu MDGs yang sudah banyak merubah wajah dunia 15 tahun kearah yang lebih baik.
SDGs adalah kesepakatan pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan kearah pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup. SDGs diberlakukan dengan prinsip-prinsip universal, integrasi dan inklusif untuk meyakinkan bahwa tidak akan ada seorang pun yang terlewatkan atau “No-one Left Behind”.
SDGs memiliki 17 tujuan yang ingin dicapai oleh masyarakat dunia, yaitu :


1. Tanpa Kemiskinan
Tujuan ke-1 memiliki 7 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah untuk mengakhiri segala bentuk kemiskinan dimana pun. Berdasarkan lembar fakta SDGs Indonesia, masih ada 22,76 penduduk Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan nasional dengan tiga provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi yaitu NTT, Papua dan Papua Barat.

2. Tanpa Kelaparan
Tujuan ke-2 memiliki 8 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah untuk menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan. Berdasarkan lembar Fakta SDGs Indonesia. pada periode 2007-2013, pravelensi kekurangan gizi (underwight) meningkat dari 18,4% menjadi 19,6%.

3. Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tujuan ke-3 memiliki 13 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah untuk menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk semua usia. Berdasarkan lembar fakta SDGs Indonesia menunjukan kondisi yang semakin baik yaitu pada periode 1991-2015 Angka Kematian Ibu (AKI) menurun dari 390 per 100.000 kelahiran hidup menjadi 305 per 100.000 kelahiran hidup dan pada periode yang sama, Angka Kematian Bayi (AKB) juga mengalami penurunan dari 68 per 1000 kelahiran hidup menjadi 23 per 1000 kelahiran hidup.

4. Pendidikan Berkualitas
Tujuan ke-4 memiliki 10 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah untuk menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua. Berdasarkan lembar fakta SDGs Indonesia. Pada tahun 2016, Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk SD/MI/sederajat sebesar 109,31%, untuk tingkat SMP/MTs/sederajat sebesar 90,12% dan untuk SMA/SMK/MA/sederajat sebesar 80,89% dengan 97,7% penduduk Indonesia berusia 15-24 tahun sudah melek huruf.

5. Kesetaraan Gender
Tujuan ke-5 memiliki 9 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah untuk mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan kaum perempuan. Berdasarkan lembar fakta SDGs Indonesia, bahwa presentase kekerasan terhadap masih cukup tinggi sekitar 41,7% perempuan umur 15-64 tahun mengalami sedikitnya 1 dari 4 jenis kekerasan (fisik, seksual, emosional, ekonomi) selama hidupnya, dimana kasus kekerasan lebih tinggi di daerah perkotaan sebesar 36,3% dibandingan daeran perdesaan sebesar 29,5%.

6. Air Bersih dan Sanitasi Layak
Tujuan ke-6 memiliki 8 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah untuk menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua. Berdasarkan lembar fakta SDGs Indonesia, sekitar 70,97% rumah tangga di Indonesia pada tahun 2015 telah memiliki akses air minum yang layak namun baru ada sekitar 62,14% rumah tangga di Indonesia yang memiliki sanitasi layak.

7. Energi Bersih dan Terjangkau
Tujuan ke-7 memiliki 5 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah untuk menjamin akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua. Berdasarkan lembar fakta SDGs Indonesia. Pada tahun 2016, rasio elektrifikasi di Indonesia sudah mencapai 91,16% artinya masih ada 8,84% masyarak Indonesia masih belum mendapatkan akses listrik, dan masalah pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia, seperti energi dari tenaga angin, air dan panas bumi baru sebesar 7%, padahal Indonesia memiliki energi panas bumi yang sangat potensial untuk dikembangkan.

8. Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Tujuan ke-8 memiliki 12 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta pekerjaan yang layak untuk semua. Berdasarkan lembar fakta SDGsIndonesia. Pada tahun 2016, dari 43 juta penduduk usia muda (15-24 tahun), sebanyak 25% tidak dalam pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan (NEET) dengan Tingkat Penganguran Terbuka Nasional sebesar 5,61% dan Tingkat Penganguran Terbuka Kaum Muda sebesar 19,54%.

9. Industri, Inovasi dan Infrastruktur.
Tujuan ke-9 memiliki 8 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah untuk membangun infrastruktur yang tangguh, meningkatkan industri inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi. Berdasarkan lempar fakta SDGs Indonesia laju pertumbuhan industri manufaktur mencapai 4,29% pada tahun 2016, dan sektor ini mampu menyerap 13,24% tenaga kerja serta menyumbangkan 21,39% PDB Indonesia. dan tidak hanya itu, tahun 2014, 93,95% jalan nasioanal masuk dalam kondisi mantap.

10. Berkurangnya Kesenjangan
Tujuan ke-10 memiliki 10 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah untuk mengurangi kesenjangan intra dan antar negara. Berdasarkan lembar fakta SDGs Indonesia, koefisien GINI Indonesia menurun dari 0,41 pada 2015 menjadi 0,39 pada tahun 2016. Namun, masih ada 122 daerah/kabupaten ditetapkan sebagai daerah tertinggal 2015-2019 oleh pemerintah.

11. Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
Tujuan ke-11 memiliki 10 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah menjadikan kota dan permukiman inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Berdasarkan lembar fakta SDGs Indonesia. Pada tahun 2015, sekitar 87,92% rumah tangga di Indonesia telah menempati rumah layak huni dan pada periode 2014-2015 baru sebanyak 61% atau 357 kota/kabupaten telah memenuhi kriteria sebagai kota berskala baik.

12. Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Tujuan ke-12 memiliki 11 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan. Berdasarkan lembar fakta SDGs Indonesia. Pada tahun 2016, hampir 100% limbah B3 dari 1.640 perusahaan (121.655.524,23 ton) telah dikelola. Namun, penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di bank sampah hanya mengurangi 0,014% timbulan sampah.

13. Penangan Perubahan Iklim
Tujuan ke-13 memiliki 5 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah untuk mengambil tindakan cepat untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya. Berdasarkan lembar fakta SDGs Indonesia. Data dan informasi bencana tahun 2016, sebanyak 2.139.124 orang menderita akibat bencana. Oleh karena itu untuk mengurangi bencana yang diakibatkan oleh perubahan iklim 33 dari 34 provinsi telah menyusun Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

14. Ekosistem Lautan
Tujuan ke-14 memiliki 10 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah untuk melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya kelautan dan samudera untuk pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan lembar fakta SDGs Indonesia. Indonesia memiliki ekosistem terumbu karang terluas di dunia yang mencapai 2.5 juta ha dan sekitar 6.20% dalam kondisi sangat bagus.

15. Ekosistem Daratan
Tujuan ke-15 memiliki 12 Target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah untuk melindungi, merotasi, dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosisten daratan, mengelola hutan secara lestari, menghentikan penggurunan, memulihkan degadrasi lahan, serta menghentikan kehilangan keanekaragaman hayati. Berdasarkan lembar fakta SDGs Indonesia, terjadi peningkatan kasus peredaran ilegal TSL ( Tanaman dan Satwa Liar yang sudah ditangani sampai P.21 sebanyak 43 kasus (2015) menjadi 51 kasus (2016).

16. Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
Tujuan ke-16 memiliki 12 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah untuk menguatkan masyarakat yang inklusif dan damai untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses keadilan untuk semua dan membangun kelembagaan yang efektif, akuntabel, dan inklusif disemua tingkatan. Berdasarkan lembar fakta SDGs Indonesia, dalam segi pelaporan keuangan. Pada tahun 2015 laporan keuangan 71% kementerian/lembaga, 85% provinsi, 54% kabupaten dan 65% kota di Indonesia mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dan ditahun yang sama untuk Indeks Perilaku Anti Korupsi dari skala 0 samapai 5, Indonesia berada pada nilai 3,59%.

17. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Tujuan ke-17 memiliki 19 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah untuk menguatkan sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan lembar fakta SDGs Indonesia. Remitansi yang diterima Indonesia meningkat dari 6.736 juta USD pada tahun 2011 menjadi 8.860 juta USD pada tahun 2016 dan pada periode yang sama, kontribusi Remitansi tenaga kerja Indonesia meningkat dari 0,75% menjadi 0,95%.
Oleh karena itu. untuk mensukseskan pencapaian 17 tujuan SDGs yang dicanangkan oleh negara-negara di dunia. Indonesia menunjukkan komitmen tinggi yaitu dengan telah ditandatanganinya Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tanggal 4 Juli 2017 oleh Presiden Joko Widodo, dan dibentuk tim koordinasi SDGs Nasional dibawah koordinasi Kepala Bappenas.
Sumber : Muhammad Firmansyah @kompasiana

31/01/2019
by Admin
0 comments

Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat

VISI, dan MISI 

PROGRAM MAGISTER KESEHATAN

Visi misi Program Magister Kesehatan Minat Manajemen Rumah Sakit mengacu kepada visi misi Program studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta karena merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dan sejalan dengan visi dari Universitas Ahmad Dahlan yaitu : menjadikan Perguruan Tinggi Muhammadyah berkelas Internasional berbasis pada nilai keislaman. Sejalan, selaras dan konsisten dengan visi universitas tersebut, maka Program Magister Kesehatan Minat Manajemen Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan merumuskan :

Visi

“Program Studi yang Kompetitif, Berwawasan Global dan Berlandaskan Nilai Keislaman Berorientasi pada Kota Sehat”

Misi

  1. Menghasilkan civitas akademika yang mempunyai kemampuan hard skill dan soft skill, berperan aktif di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat
  2. Menghasilkan lulusan yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah berskala nasional dan internasional, adaptif dan responsive terhadap isu Kesehatan Masyarakat secara global.
  3. Menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian di bidang Kesehatan Masyarakat yang berdasar pada AL Islam dan Kemuhammadiyahan

16/01/2019
by Admin
0 comments

Beasiswa Program Pascasarjana PMB Genap 2018-2019

Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan pada Penerimaan Mahasiswa Baru Semester Genap 2018/2019 memberikan beasiswa kepada calon mahasiswa baru dengan ketentuan :

  1. 50% Potongan Biaya SPP bagi Pegawai/Karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) berlaku pada semua prodi di Program Pascasarjana.
  2. Bebas Biaya Pengembangan bagi Alumni Universitas Ahmad Dahlan
  3. 25% Potongan Biaya SPP bagi calon mahasiswa (Non Karyawan AUM) yang memilih program studi : Magister Pendidikan Guru Vokasi, Magister Manajemen, Magister Pendidikan Guru Agama Islam, Magister Kesehatan Masyarakat.

Persyaratan :

  1. Calon mahasiswa baru mendaftar di pmb-online.uad.ac.id sesuai dengan prodi yang diinginkan, dan memenuhi syarat pendaftaran Program Pascasarjana
  2. Mengajukan Surat permohonan beasiswa yang ditujukan kepada Direktur Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan dengan melampirkan bukti pembayaran pendaftaran mahasiswa baru.
  3. Bagi Calon mahasiswa yang bekerja di AUM, melampirkan SK Kepegawaian dari AUM dan Surat ijin Belajar dari AUM.

Calon mahasiswa baru hanya bisa memilih salah satu dari tiga  ketentuan beasiswa tersebut dan wajib memenuhi persyaratan sesuai dengan pilihan beasiswa yang diambil. Biaya pendidikan S2 di Program Pascasarjana dapat dilihat disini.

Informasi yang belum jelas dapat ditanyakan langsung ke pengelola pascasarjan di nomor 0878 3827 1960, atau kontak person masing-masing prodi pascasarjana. (LL)

12/01/2019
by Admin
0 comments

PRODI BARU di PASCASARJANA UAD : PRODI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT

Sabtu, 10 Januari 2019, Pengelola Program Pascasarjana mengundang TIM Task Force Pendirian Prodi Magister Kesehatan Masyarakat untuk melakukan koordinasi terkait dengan Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat yang akan menjadi program studi ke-12 di Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan dan akan memulai Penerimaan Mahasiswa Baru pada semester genap 2018-2019. Dan pada pertemuan kali ini, juga membentuk TIM TEKNIS yang akan bekerja menyiapkan beberapa yang dibutuhkan agar supaya Prodi Magister Kesehatan Masyarakat sudah siap melakukan kegiatan akademik pada semester genap 2018-2019.

Beberapa hal yang berkaitan dengan PMB Magister Kesehatan Masyarakat (Magister Kesmas) sedang dipersiapkan oleh Tim Teknis. Untuk informasi selanjutnya, dapat menghubungi Kantor Pascasarjana di Kampus III UAD. Bisa melalui WA di nomor : 087838271960 maupun melalui email : pasca@uad.ac.id(adm)

 

02/01/2019
by Admin
0 comments

Pertunjukan Wayang Kulit Dalam Rangka Milad UAD ke-58

Dalam rangka memperingati Milad ke-58 Universitas Ahmad Dahlan akan menggelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon AMARTA BINANGUN oleh Dalang Ki Seno Nugroho, Sabtu 5 Januari 2019 jam 21.00 di halaman Kampus 4 UAD jalan Ringroad Selatan. Selain dihadiri oleh keluraga besar Dosen dan karyawan Universitas Ahmad Dahlan, Pagelaran wayang ini dapat dihadiri masyarakat umum.

Ki Seno Nugroho, dalam pagelaran wayang kulit dalam rangka Milad UAD ke 58 ini akan didampingi oleh Sinden yang juga seorang dalang lulusan  ISI jurusan pedalangan, Elisha Orcarus Allasso yang juga lulusan S2 Magister Psikologi Sains.(LL)

 

 

 

 

 

22/12/2018
by Admin
0 comments

Pelantikan HMPS Program Studi Magister Manajemen Pendidikan

Kamis 20/12/2018 bertempat di Ruang Sidang Utama Kampus 1 Universitas Ahmad Dahlan diselenggarakan kegiatan Pelantikan Pengurus Baru Himpunan Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Pendidikan disingkat HMMMP. Dihadiri oleh Pengelola Program Pascasarjana,  Kaprodi , Dosen, para pengurus HMPS yang lama dan baru beserta tamu undangan yang lain.

Kaprodi Magister ManajemenPendidikan, Dr. Suyatno, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa HMPS adalah mitra program studi, sehingga harus bekerjasama, salah satunya yaitu dengan menjalankan program-program yang telah disusun oleh pengelola prodi untuk mencapai kemajuan bersama.”Mitra yang baik itu harus memberikan usulan dan juga kritik demi perbaikan di Magister Manajemen Pendidikan pada khususnya dan Program Pascasarjana pada umumnya”. Suyatno berharap pengurus baru HMPS mampu menjadi mitra yang baik bagi pengelola Prodi Magister Manajemen Pendidikan kedepan, bekerja sungguh sungguh sampai akhir masa periode. “Bila Ingin menjadi orang yang diatas rata-rata, maka harus belajar dan bekerja diatas rata-rata” pesan Kaprodi kepada pengurus baru dan seluruh yang hadir.

 

 

17/12/2018
by Admin
0 comments

25 Mahasiswa MPGV Program Pascasarjana UAD akan ke Malaysia

Senin, 17 Desember 2018 bertempat di Kantor Pascasarjana Kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan, 4 orang mahasiswa mewakili 25 Mahasiswa Magister Pendidikan Guru Vokasi berpamitan dengan Direktur Program Pascasarjana Prof. Dr. Achmad Mursyidi, MSi., Apt. Untuk berangkat ke Malaysia mengikuti International Seminar on Vocational Education and Training for Postgraduate Students di Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia.

Didampingi oleh Dr. Bambang Nur Achsan, dosen Magister Pendidikan Guru Vokasi, keberangkatan mahasiswa kali ini untuk mengikuti seminar internasional yang diselenggrakan oleh UPSI.

 

 

04/12/2018
by Admin
0 comments

Magister Psikologi Profesi Selenggarakan Pelatihan Paradigma Psikopatologi

Program Studi Magister Psikologi Profesi (MAPRO) Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan selenggarakan Pelatihan Paradigma Psikopatologi dengan nara sumber Prof. Dr. Sawitri Supardi Sadarjoen, Psi.Klin. pada Senin, 3 Desember 2018 di Ruang Sidang Utama Kampus 1 UAD. Pelatihan Paradigma Psikopatologi ini diikuti oleh para dosen pasikologi klinis di lingkungan UAD dan mahasiswa Mapro dari berbagai angkatan. Acara dibuka oleh Kaprodi Magister Psikologi Profesi (Mapro), Dr. Siti Urbayatun, S.Psi., M.Si.Psi., yang dalam sambutannya tidak panjang lebar, namun dengan pantun yang singkat. “Beli kecubung di Rusia, jalan jalan mampir mandi di sungai. Meski mendung kita tetap berbahagia, karena kehadiran Prof. Sawitri yang baik hatinya” dan disambut dengan tepuk tangan dari peserta yang mengikuti pelatihan ini.

Kaprodi  Magister Psikologi Profesi menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini membekali calon psikolog klinis untuk membuat paradigma memahami gangguan/psikopatologi sehingga melengkapi dalam membuat laporan pemeriksaan psikologis. “Harapannya para Psikolog bisa membuat paradigma suatu gangguan dengan tepat” lanjut Ibu Siti Urbayatun.

Prof. Dr. Sawitri Supardi Sadarjoen, Psi.Klin., Guru Besar Psikologi Klinis dari Fakultas psikologi Universitas Padjajaran ini menyampaikan Paradigma Psikopatologi yang dipaparkan oleh J.Bucklew, juga dengan beberapa contoh konkrit supaya lebih mudah dipahami oleh para peserta pelatihan. (ll)

 

 

 

01/12/2018
by Admin
0 comments

MPFIS Selenggarakan Workshop Internasional untuk Pembelajaran Fisika yang Kontekstual

Pemahaman konsep fisika yang rendah bisa diakibatkan oleh kurangnya kesempatan siswa untuk melakukan eksperimen yang menunjang konsep fisika yang sedang dipelajari. Eksperimen dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang mudah dan murah didapat. Selain itu, teknologi, informasi, dan komunikasi menunjang proses pelaksanaan eksperimen fisika tersebut.

Untuk itulah, Program Studi Magister Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan menggelar workshop internasional berkaitan dengan implementasi sejumlah perangkat lunak untuk menunjang pembelajaran fisika berbasis eksperimen. Workshop Internasional tersebut diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu, 24-25 November 2018 yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen prodi serta perwakilan guru-guru dari Asosiasi Guru Fisika Indonesia (AGFI). Profesor Rosli Jaafar dari Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia bertindak selaku narasumber. Ketua Program Studi Magister Pendidikan Fisika UAD, Dr. Moh Toifur, M.Si menyatakan bahwa workshop ini sebagai tindak lanjut joint activity antara UAD dan UPSI. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan visi dan misi program studi.

Hari Sabtu 24/11/2018 peserta workshop diajarkan untuk menggunakan perangkat lunak audacity untuk memvisualisasikan arus induksi pada sistem pendulum teredam. Konsep yang abstrak tentang arus ini dapat mudah untuk ditampilkan dan dianalisis oleh siswa. Bahan-bahan yang digunakan pun mudah dan murah diperoleh sehingga dapat dijadikan materi eksperimen di sekolah maupun perguruan tinggi. Hari Ahad, 25/11/2018 dilanjutkan workshop melalui di lokasi luar ruang tepatnya di Pantai Baru, Srandakan, Bantul, DIY. Peserta workshop diajarkan untuk memahami fenomena fisika di pantai, misalnya tentang penentuan kecepatan angin pantai. Data kecepatan angin dapat diakuisisi menggunakan perangkat lunak Tracker yang dapat menyajikan hasil perhitungan kecepatan, percepatan. Bahkan energi angin mudah diketahui melalui sensor yang ada pada smartphone atau kamera.

Fenomena sehari-hari yang sering luput dari perhatian para pengajar fisika tentu juga menarik untuk dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak tersebut. Misalnya kecepatan hewan kecil seperti semut dan ulat. Para guru dan mahasiswa yang menjadi peserta dapat menggunakan fenomena ini untuk menjelaskan tentang konsep vektor yang seringkali menjadi momok bagi siswa. Kegiatan olahraga yang menyenangkan seperti sepakbola juga menjadi bagian dari analisis pada workshop ini. Peserta dapat menganalisis kecepatan bola dan seberapa kuat gaya tendangan yang dilakukan oleh pemain sepakbola.

Selain workshop internasional, Prodi Magister Pendidikan Fisika UAD juga menggabungkannya dengan kegiatan rutin Field Trip. Kegiatan ini ditujukan untuk menambah keahlian mahasiswa dalam melakukan eksperimen dengan menggunakan peralatan dan perangkat lunak yang modern namun praktis. Beberapa diantaranya adalah ekperimen penentuan konduktivitas air laut, pengukuran kadar karbon dioksida pada proses fotosintesis, penentuan kualitas magnetik pasir pantai, pengukuran kecepatan angin, dan observasi matahari dengan teleskop dan spektroskop.

Peserta workshop internasional dan field trip merasa puas dan menginginkan agar kegiatan dapat berlangsung dengan berkelanjutan. Kegiatan ini dibantu sepenuhnya oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Fisika UAD. Sekaligus pada saat itu telah waktunya dilakukan pelantikan pengurusan HMPS yang baru untuk masa bakti 2018/2019. Dengan pembelajaran fisika berbasis eksperimen yang menekankan pada konteks dilangsungkannya proses pembelajaran, diharapkan calon guru/dosen dapat memberikan pemahaman konsep fisika dengan lebih baik.

26/11/2018
by Admin
0 comments

Pembekalan dan Pelepasan Wisudawan Wisudawati Pascasarjana

Sebanyak 111 Mahasiswa calon wisudawan/wisudawati dari 8 prodi di Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan menghadiri acara Pembekalan dan pelepasan Wisudawan Wisudawati Pascasarjana, Jum’at 23 November 2018 di Auditorium Kampus 3 UAD Jalan Prof Dr. Soepomo, Janturan, Warungboto Yogyakarta.

Acara di buka dengan sambutan Direktur Program Pascasarjana, Prof. Dr. Achmad Mursyidi, M.Sc., Apt yang senantiasa mengingatkan kepada para wisudawan dan wisudawati.  “Jangan lupa untuk senantiasa bersyukur atas segala pencapaian yang telah diraih, dan selalu berusaha untuk pencapaian yang lebih baik, yang harus selalu berguna untuk masyarakat”.

Peserta wisuda kali ini berasal 8 prodi dari 11 prodi yang ada di Program Pascasarjana. 38 dari Magister Farmasi, 16 dari Magister Psikologi Sains, 6 dari Magister Psikologi Profesi, 6 dari Magister pendidikan Matematika, 2 dari Magister Pendidikan Guru Vokasi, 11 dari Magister Manajemen Pendidikan, 24 dari Magister Pendidikan Bahasa Inggris dan 8 dari Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika. Dan ke 111 mahasiswa calon wisudawan wisudawati dari Program Pascasarjana ini, akan di Wisuda pada Sabtu 24 November 2018 di JEC Yogyakarta.

Hadir dan juga memberi sambutan Rektor Universitas Ahmad Dahlan, Dr. Kasiyarno, M.Hum. Dalam sambutannya Rektor menyampaikan Selamat dan Sukses kepada seluruh Mahasiswa dan Juga Orangtua Wali mahasiswa. “Lulus menjadi sarjana adalah bukti bakti anak kepada orangtua yang telah susah payah berusaha memberikan pendidikan tertinggi untuk anak-anaknya.”  Dr. Kasiyarno, M.Hum juga sebagai pembimbing tesis di Magister Pendidikan Bahasa Inggris, juga menyampaikan rasa bangga kepada 8 mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris yang ikut diwisuda periode ini adalah peserta program Joint Tesis Writing dengan Universitas Saint Anthony Philipina.

Acara Pembekalan dan pelepasan Wisudawan Wisudawati Pascasarjana dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat lulusan terbaik prodi dan  ditutup dengan doa oleh prof. Dr. sarbiran, Ph.D.,  dilanjutkan dengan foto bersama dan ramah  tamah.(ll)

 

 

 

06/11/2018
by Admin
0 comments

PMB PROGRAM PASCASARJANA Periode Genap 2018-2019

Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan kembali membuka Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru Periode Genap 2018-2019. Pendaftaran mulai dibuka tanggal 6 November 2018. Banyak pilihan program studi yang ditawarkan di Program Pascasarjana   (Pendaftaran Program Studi Magister Psikologi Profesi dibuka pada Bulan Mei 2019)

Silakan bergabung dan mendaftar di Pascasarjana UAD. Informasi lebih lanjut  dapat menghubungi  kontak di bawah ini :

  1. Magister Psikologi Profesi  ( Kontak Staf : Joko Tri W. / 08994105637)
  2. Magister Manajemen Pendidikan  ( Kontak Staf : Risty K. / 085228441187)
  3. Magister Pendidikan Fisika ( Kontak Staf : Dewi P. / 081315295892)
  4. Magister Pendidikan Bahasa Inggris ( Kontak Staf : Suryono / 0895363240649)
  5. magister Pendidikan Matematika ( Kontak Staf : Fitrah / 083154551074)
  6. Magister Pendidikan Agama Islam ( Kontak Staf : Wintolo / 085725738911)
  7. Magister Manajemen ( Kontak Staf : Retno / 08112650255)
  8. Magister Psikologi ( Kontak Staf : Subkhan Azis. / 087738164576)
  9. Magister Pendidikan Vokasi ( Kontak Staf : Hanifah / 08122784451)
  10. Magister Farmasi ( Kontak Staf : Suratman / 083869651771)
  11. Magister Teknik Informatika ( Kontak Staf : Vita A. / 081392725629)

Humas Pasca : 087838271960 (WA)

Staf Kantor Pasca :

Nailil Huda : 0818260706

Adil P. : 085228183110

Hesti S. : 081807289023