Magister Pendidikan Fisika Siap Gelar Seminar Nasional dan Temu Alumni

| 0 comments

Panitia SPFA 2016 foto bersama dengan Pimpinan Redaksi Kedaulatan Rakyat Drs. Octo Lampito sebagai salah satu media partner. Dari kiri ke kanan: Dr. Dwi Sulisworo (pengarah), Dr. Muh. Toifur (Ketua), Drs. Octo Lampito, Yudhiakto Pramudya, Ph.D., Dewi Parwanti (bendahara), dan Muhammad Firdaus (Ketua Panitia Mahasiswa Magister)

Panitia SPFA 2016 foto bersama dengan Pimpinan Redaksi Kedaulatan Rakyat Drs. Octo Lampito sebagai salah satu media partner.
Dari kiri ke kanan: Dr. Dwi Sulisworo (pengarah), Dr. Muh. Toifur (Ketua), Drs. Octo Lampito, Yudhiakto Pramudya, Ph.D., Dewi Parwanti (bendahara), dan Muhammad Firdaus (Ketua Panitia Mahasiswa Magister)

Magister Pendidikan Fisika sebagai program studi tertua di Program Pascasarjana UAD akan menyelenggarakan Seminar Pendidikan Fisika, Fisika dan Aplikasinya (SPFA) 2016 pada Sabtu (26/11/2016). Seminar tersebut akan diikuti oleh lebih dari 300 peserta yang terdiri dari dosen, guru, mahasiswa, dan juga praktisi: peneliti, yang menggeluti bidang Fisika dan Pendidikan Fisika.

Adapun yang melatarbelakangi diselenggarakannya seminar tersebut menurut Dr. Muh. Toifur, M.Si. Kaprodi Magister Pendidikan Fisika sekaligus sebagai Ketua Panitia SPFA 2016 adalah dikarenakan fisika yang merupakan pondasi dari setiap cabang ilmu yang ada nampaknya belum bisa menjadi primadona di negeri ini. Fisika masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat. Bahkan lebih gawat fisika dipandang bagai momok yang teramat menakutkan terlebih bagi siswa menengah. Fisika hanya diajarkan sebatas penyelesaian soal saja, bukan sebagai ilmu yang fundamental. Fisika yang semacam ini perlu untuk direvolusi agar stigma negatif masyarakat tentang fisika bisa lambat laun terkikis.

“Fisika harus ditempatkan pada bagian terpenting dalam sebuah pemikiran. Fisika harus bisa menyelesaikan permasalahan yang ada dimasyarakat, fisika harus mampu menjadi ujung tombak perubahan bangsa ini agar semakin maju. Fisika harus diajarkan secara kontekstual, agar fisika itu bisa benar-benar nyata keberadaannya. Sehingga masyarakat akan bisa menerima kehadiran dan bisa mencintai fisika,” harapnya.

Toifur menambahkan bahwa melalui kegiatan ini kita bangun kesadaran bahwa fisika tak hanya sekedar ilmu hitung, tak hanya sekedar ilmu eksakta. Namun fisika adalah ilmu yang fundamental, dasar dari segala cabang ilmu. Sebagai dasar, tentunya fisika harus bisa menyelesaikan setiap persoalan yang ada untuk kemajuan bangsa.

Yudhiakto Pramudya, Ph.D. sekretaris panitia menyampaikan bahwa yang akan hadir menjadi keynote speaker (pembicara utama) adalah Prof. Ir. Lilik Hendrajaya, M.Sc., Ph.D. dosen Fisika FMIPA ITB yang akan menyampaikan materi tentang Peran Pembelajaran Fisika untuk Penguasaan Sumber Daya Alam Indonesia dan Prof. Dr.rer.nat. Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc. dosen Fisika FMIPA ITS Surabaya yang akan menyampaikan Studi Komparasi Pembelajaran Fiiska di Jerman dan di Indonesia.

Pada hari Minggu (27/11/2016) akan dilanjutkan dengan kegiatan Temu Alumni Magister Pendidikan Fisika. Temu alumni diselnggarakan dengan tujuan untuk tetap menjaga hubungan baik lembaga dengan para alumni, penguatan jaringan, menjaring berbagai masukan dari alumni untuk pengembangan dan peningkatan layanan Magister Pendidikan Fisika, serta untuk penguatan lembaga Himpunan Alumni Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (HAPSADA) Magister Pendidikan Fisika.

Kegiatan tersebut kerjasama Magister Pendidikan Fisika dengan Himpunan Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika. Ketua Panitia Mahasiswa dijabat oleh Muhammad Firdaus. (dans)

Leave a Reply

Required fields are marked *.