Prof. Dr. Moh. Mahfud MD Sampaikan Kuliah Umum di Pascasarjana UAD

| 0 comments

Menyambut 270 mahasiswa baru Pascasarjana UAD Yogyakarta dari di 11 program studi, Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan bekerjasama dengan Asosiasi Mahasiswa Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (Asmapada) selenggarakan kegiatan orientasi mahasiswa baru dan kuliah umum dengan pembicara Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, Sabtu (29/9/2018), di auditorium Kampus 2 UAD, Jalan Pramuka, Yogyakarta.

Dalam kuliah umum itu, Prof Dr H Mohammad Mahfud MD, SH, SU, yang didampingi Dr Ir Dwi Sulisworo, MT (Wakil Direktur PPS UAD), sampaikan problematika kebangsaan di era milenial.

Di depan mahasiswa S2 UAD, Mahfud MD memaparkan pemantapan ikatan kebangsaan berdasar ideologi Pancasila di era milenial.  Menurut anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Pancasila ini telah mempersatukan 17.504 pulau dan 256 juta penduduk, berbagai agama dan keyakinan, 1.360 suku bangsa serta 726 bahasa daerah.

Dikatakan Mahfud, Bhinneka Tunggal Ika itu dilandasi rasa nasionalisme yang tinggi. “Dan Indonesia, negara kesepakatan dari ratusan juta penduduk yang berasal dari puluhan ribu pulau, beragam suku, beragam bahasa, dan keragaman lainnya, adalah sebuah negara istimewa yang merebut kemerdekaan dengan perjuangan panjang dan melelahkan,” ujar Prof. Dr. Mahfud MD.

Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, bagi Mahfud MD, melahirkan hukum-hukum resmi. Sebagai selain dasar negara adalah cara pandang yang sama, pedoman etik, pemersatu dan lain-lain yang tidak berbentuk hukum. Menurut Mahfud MD, Pancasila merupakan pijakan paling utama dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat. “Terlebih generasi muda yang lebih dekat dengan tren komunikasi global,” tandas Mahfud MD.  “Pancasila menjadi kesadaran filsafat hukum dan sumber kesadaran berbangsa serta bernegara. Pancasila itu ideologi yang mempersatukan,” ujar profesor Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta tersebut.

Mahfud mengingatkan kembali tentang potensi perpecahan jika generasi muda saat ini tidak lagi merefleksikan Pancasila dalam kehidupan bersosialisasi mereka sehari-hari. Menurut Mahfud, terjaganya persatuan bangsa Indonesia hanya bisa terwujud selama Pancasila masih menjadi landasannya. “Radikalisme harus kita tangkal dengan Pancasila sebagai ideologi pemersatu ikatan kita sebagai bangsa Indonesia,” lanjut Mahfud (Humaspasca)

 

 

 

 

Leave a Reply

Required fields are marked *.