MPFIS Selenggarakan Workshop Internasional untuk Pembelajaran Fisika yang Kontekstual

| 0 comments

Pemahaman konsep fisika yang rendah bisa diakibatkan oleh kurangnya kesempatan siswa untuk melakukan eksperimen yang menunjang konsep fisika yang sedang dipelajari. Eksperimen dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang mudah dan murah didapat. Selain itu, teknologi, informasi, dan komunikasi menunjang proses pelaksanaan eksperimen fisika tersebut.

Untuk itulah, Program Studi Magister Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan menggelar workshop internasional berkaitan dengan implementasi sejumlah perangkat lunak untuk menunjang pembelajaran fisika berbasis eksperimen. Workshop Internasional tersebut diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu, 24-25 November 2018 yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen prodi serta perwakilan guru-guru dari Asosiasi Guru Fisika Indonesia (AGFI). Profesor Rosli Jaafar dari Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia bertindak selaku narasumber. Ketua Program Studi Magister Pendidikan Fisika UAD, Dr. Moh Toifur, M.Si menyatakan bahwa workshop ini sebagai tindak lanjut joint activity antara UAD dan UPSI. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan visi dan misi program studi.

Hari Sabtu 24/11/2018 peserta workshop diajarkan untuk menggunakan perangkat lunak audacity untuk memvisualisasikan arus induksi pada sistem pendulum teredam. Konsep yang abstrak tentang arus ini dapat mudah untuk ditampilkan dan dianalisis oleh siswa. Bahan-bahan yang digunakan pun mudah dan murah diperoleh sehingga dapat dijadikan materi eksperimen di sekolah maupun perguruan tinggi. Hari Ahad, 25/11/2018 dilanjutkan workshop melalui di lokasi luar ruang tepatnya di Pantai Baru, Srandakan, Bantul, DIY. Peserta workshop diajarkan untuk memahami fenomena fisika di pantai, misalnya tentang penentuan kecepatan angin pantai. Data kecepatan angin dapat diakuisisi menggunakan perangkat lunak Tracker yang dapat menyajikan hasil perhitungan kecepatan, percepatan. Bahkan energi angin mudah diketahui melalui sensor yang ada pada smartphone atau kamera.

Fenomena sehari-hari yang sering luput dari perhatian para pengajar fisika tentu juga menarik untuk dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak tersebut. Misalnya kecepatan hewan kecil seperti semut dan ulat. Para guru dan mahasiswa yang menjadi peserta dapat menggunakan fenomena ini untuk menjelaskan tentang konsep vektor yang seringkali menjadi momok bagi siswa. Kegiatan olahraga yang menyenangkan seperti sepakbola juga menjadi bagian dari analisis pada workshop ini. Peserta dapat menganalisis kecepatan bola dan seberapa kuat gaya tendangan yang dilakukan oleh pemain sepakbola.

Selain workshop internasional, Prodi Magister Pendidikan Fisika UAD juga menggabungkannya dengan kegiatan rutin Field Trip. Kegiatan ini ditujukan untuk menambah keahlian mahasiswa dalam melakukan eksperimen dengan menggunakan peralatan dan perangkat lunak yang modern namun praktis. Beberapa diantaranya adalah ekperimen penentuan konduktivitas air laut, pengukuran kadar karbon dioksida pada proses fotosintesis, penentuan kualitas magnetik pasir pantai, pengukuran kecepatan angin, dan observasi matahari dengan teleskop dan spektroskop.

Peserta workshop internasional dan field trip merasa puas dan menginginkan agar kegiatan dapat berlangsung dengan berkelanjutan. Kegiatan ini dibantu sepenuhnya oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Fisika UAD. Sekaligus pada saat itu telah waktunya dilakukan pelantikan pengurusan HMPS yang baru untuk masa bakti 2018/2019. Dengan pembelajaran fisika berbasis eksperimen yang menekankan pada konteks dilangsungkannya proses pembelajaran, diharapkan calon guru/dosen dapat memberikan pemahaman konsep fisika dengan lebih baik.

Leave a Reply

Required fields are marked *.