Orientasi dan Kuliah Perdana bagi Mahasiswa Baru Magister Pendidikan Vokasi (MPV)

| 0 comments

Dr. Dwi Sulisworo saat menyampaikan sambutan dan pembekalan bagi mahasiswa baru MPV UAD dalam program Orintasi dan Kuliah Perdana, didampingi Kaprodi MPV Dr. Jumintono, M.Pd. dan Danang Sukantar sebagai moderator.

Dr. Dwi Sulisworo saat menyampaikan sambutan dan pembekalan bagi mahasiswa baru MPV UAD dalam program Orintasi dan Kuliah Perdana, didampingi Kaprodi MPV Dr. Jumintono, M.Pd. dan Danang Sukantar sebagai moderator.

Kamis (13/10/2016) bertempat di Kampus 2 Unit B UAD Jln. Pramuka Yogyakarta, Program Studi Magister Pendidikan Guru Vokasi (Magister Pendidikan Vokasi/MPV) menyelenggarakan penyambutan mahasiswa baru dengan kegiatan Orientasi dan Kuliah Perdana. Acara diikuti oleh maba MPV UAD Angkatan Pertama sejumlah 7 orang, dosen MPV terdiri dari Dr. Jumintono, Dr. Tri Kuat, Dr. Budi Santosa, Dr. Bambang Noor Kristiyanto, dan Dr. Muchlas, M.T. yang juga sebagai Wakil Rektor I UAD.

Acara dimulai pukul 13.00 WIB dan berakhir 16.00 WIB, diawali dengan sambutan Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T. Wakil Direktur Program Pascasarjana UAD. Wadir PPs UAD menyampaikan beberapa pesan untuk mahasiswa baru agar mereka bersemangat untuk menuntut ilmu, memanfaatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan diri, jangan hanya rutinitas kuliah, ujian, mengerjakan tugas, tetapi harus aktif dalam berbagai forum ilmiah baik di dalam dan Luar Negeri dengan menjadi pemakalah. Pesan untuk dosen dan pengelola MPV agar dapat melibatkan mahasiswa dalam penelitian payung. Hal tersebut penting untuk menunjang nilai akreditasi.

orientasi-maba-mpv

Sambutan berikutnya oleh Dr. Jumintono, M.Pd. Kaprodi MPV yang menyampaikan bahwa mahasiswa harus mengikuti seluruh aktivitas yang telah diprogramkan oleh MPV. Dengan mengikuti seluruh aktivitas yang telah dirancang sebelumnya oleh MPV, maka akan dapat tercapai target kuliah selesai dalam 3 semester dengan tetap terjamin kualitasnya. “Anda harus sudah menyiapkan judul tesis sejak sekarang, konsentrasi mana yang dipilih harus ditentukan, masuk semester 2 harus siap seminar proposal, pengambilan data; semester 3 penyusunan tesis. Anda tinggal olah data, diujikan, revisi, selesai,” demikian pesan Dr. Joe.

Selaras dengan Dr. Joe, Dr. Muchlas, M.T. sebagai dosen MPV yang juga Wakil Rektor I UAD menyampaikan bahwa prodi MPV menargetkan sebelum mahasiswa lulus sudah akan mengajukan akreditasi, harapannya pada saat mahasiswa lulus sudah meraih minimal nilai akreditasi B. Supaya hasil dapat tercapai maka beberapa hal yang sudah dan akan dilakukan adalah penelitian dosen, penulisan jurnal ilmiah dosen di berbagai forum ilmiah baik dalam maupun Luar Negeri, berbagai kerjasama dengan instansi, dunia industri, dan lain-lain. Mahasiswa MPV harus aktif dalam berbagai seminar baik lokal, regional, nasional maupun internasional. Program internasional merupakan program wajib diikuti oleh mahasiswa, pembayarannya sudah termasuk pada pembayaran kuliah.

Kuliah Perdana

Dr. Budi Santosa saat menyampaikan materinya.

Dr. Budi Santosa saat menyampaikan materinya.

Kuliah perdana disampaikan oleh Dr. Budi Santosa dengan judul Pendidikan Kejuruan bagi Semua. Budi menyampaikan bahwa Pendidikan untuk Semua (education for all) yang dicanangkan oleh UNESCO (2007) memiliki kecenderungan global: sustained economic growth, increasing, inequalities, rapid urbanization, health concerns, knowledge economies. Di negara kita program wajib belajar 9 tahun bertujuan: menurunkan secara signifikan jumlah penduduk yang buta aksara; meningkatkan perluasan pendidikan anak usia dini; menurunkan kesenjangan partisipasi pendidikan antar kelompok masyarakat dengan memberikan akses yang lebih besar kepada kelompok masyarakat yang selama ini kurang dapat terjangkau oleh layanan pendidikan seperti masyarakat miskin, masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan, terpencil dan kepulauan.

“Salah satu permasalahan pendidikan kejuruan saat ini, yaitu belum tersosialisasikannya secara merata pentingnya pendidikan kejuruan bagi pertumbuhan ekonomi dan dinamika sosial. Melalui pendekatan pendidikan kejuruan untuk semua/vocational education for all, diharapkan seluruh lapisan masyarakat akan menyadari  pentingnya pendidikan kejuruan, sehingga peranan dan partisipasi masyarakat terhadap perkembangan pendidikan kejuruan semakin bertambah, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas SDM dan daya saing Bangsa Indonesia tercinta,” demikian Dr. Budi menguraikan dengan lengkap. (dans)

Leave a Reply

Required fields are marked *.