Pendidikan Fisika UAD Kembangkan Penelitian Melalui Observasi Gerhana Matahari Total

| 1 Comment

Foto 1: Prof. Bambang Hidayat saat menyampaikan materi.

Foto 1: Prof. Bambang Hidayat saat menyampaikan materi.

Sejumlah mahasiswa dan dosen antusias mengikuti kuliah umum yang membahas tentang Gerhana Matahari. Gerhana Matahari Total akan melewati sejumlah daerah dalam lintasan di Indonesia membentang dari Bengkulu sampai Maluku Utara pada tanggal 9 Maret 2016. Untuk itulah, sosialisasi pengetahuan tentang Gerhana Matahari Total beserta bagaimana cara mengamatinya yang aman perlu terus dilakukan di banyak tempat. Meskipun Yogyakarta hanya dilewati oleh Gerhana Matahari Sebagian, namun UAD mempunyai potensi dalam mengoptimalkan sosialisasi ini. Hal ini didasari oleh adanya Program Studi Pendidikan Fisika dan Magister Pendidikan Fisika yang merupakan pencetak guru dan dosen yang nantinya akan mengajar di sejumlah daerah di Indonesia.

Prof Bambang Hidayat telah melakukan serangkaian penelitian Gerhana Matahari Total, termasuk pada saat Gerhana Matahari Total melewati kota Yogyakarta tahun 1983. Pada saat itu, masyarakat cenderung berada dalam nuansa ketakutan ketimbang berhati-hati dalam melakukan observasi. Padahal fenomena Gerhana Matahari Total jarang bisa diamati pada suatu tempat. Sekitar 360 tahun fenomena tersebut akan berulang di titik yang sama di permukaan Bumi. Sungguh fenomena yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Banyak penelitian yang bisa dilakukan pada saat Gerhana Matahari Total termasuk pada saat 9 Maret 2016 nanti. Beberapa diantaranya adalah penelitian tentang Baily’s Bead (mutiara Baily), studi perubahan lapisan ionosfer dan perubahan perilaku hewan dan tumbuhan pada saat terjadi kegelapan sementara di pagi hari. Bidang pariwisata pun menggunakan kesempatan ini untuk mempromosikan tempat yang bagus untuk pengamatan dan fotografi dengan latar belakang yang unik disuatu daerah. Termasuk juga bagaimana kearifan lokal dalam menyambut fenomena Gerhana Matahari Total. Perlu penelitian dan kerjasama lintas disiplin ilmu sehingga fenomana ini dapat dioptimalkan kemanfaatannya untuk masyarakat secara umum dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Masih berkaitan dengan fenomena gerhana, okultasi merupakan peristiwa tertutupnya suatu obyek langit oleh obyek langit lainnya. Dr David Dunham adalah pendiri dan peneliti okultasi di institusi IOTA. Beliau aktif melakukan pengambilan data okultasi meskipun itu harus melakukan perjalanan ke luar negeri dan di tempat yang sama sekali asing bagi dirinya. Akhir bulan Mei lalu, Dr David Dunham dan istrinya melakukan perjalanan ke Bengkulu, DI Yogyakarta dan Jawa Tengah untuk mendapatkan data okultasi bintang delta Sagitarii. Bintang ini berada di rasi bintang Sagitarius. Okultasi terjadi karena asteroid Juliette melintas selama beberapa detik dan menutupi cahaya bintang delta Sagitarii. Serupa dengan fenomena gerhana, daerah yang dilewati oleh fenomena okultasi ini hanya beberapa puluh kilometer. Data perubahan tingkat terangnya bintang ini dari sejumlah titik pengamatan diolah sehingga menjadi sebuah bentuk tiga dimensi asteroid tersebut. Hal ini disebabkan karena durasi tertutupnya bintang bergantung pada bentuk dan ukuran asteroid. Pengambilan data di Yogyakarta dan Jawa Tengah dibantu oleh astronom profesional dari ITB dan sejumlah komunitas astronomi di DIY dan Jawa Tengah termasuk peneliti Pusat Studi Astronomi dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan.

Dr David Dunham sangat antusias untuk membagi ilmunya meskipun beliau sudah berada di Australia. Beliau berharap komunitas peneliti dan penggemar astronomi Indonesia mampu berperan aktif dalam penelitian okultasi ini. Hal ini karena, alat yang digunakan tidak mahal dan sejumlah astronom yang terlibat dalam pengambilan data bulan Mei lalu sudah berpengalaman dalam menggunakan alat tersebut.

Prof Dr Bambang Hidayat berharap kepada Universitas Ahmad Dahlan untuk dapat mengembangkan pendidikan Indonesia dengan banyaknya sumberdaya manusia Indonesia yang handal, termasuk di bidang Astronomi. Universitas Ahmad Dahlan terus berupaya untuk mengembangkan riset observasi dan edukasi astronomi. Termasuk rencana pembangunan Observatorium di kampus 4 dan observasi Gerhana Matahari Total di Ternate.

Foto 2: Foto Bersama: Para peserta seminar foto bersama dengan Prof. Bambang Hidayat (IPB), Kaprodi S2 Pendidikan Fisika Dr. Moch. Toifur, Kepala PASTRON Yudhiakto Pramudya, Ph.D.

Foto 2: Foto Bersama: Para peserta Kuliah Umum bersama dengan Prof. Bambang Hidayat (IPB), Kaprodi S2 Pendidikan Fisika Dr. Moch. Toifur, Kepala PASTRON Yudhiakto Pramudya, Ph.D.

Ditulis oleh : Yudhiakto Pramudya, Ph.D. (dosen Program Studi Magister Pendidikan Fisika dan Kepala Pusat Studi Astronomi Universitas Ahmad Dahlan)

One Comment

  1. Pingback: Pendidikan Fisika UAD Kembangkan Penelitian Melalui Observasi Gerhana Matahari Total | AIPI-KIPD

Leave a Reply

Required fields are marked *.